Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Wall Street Cetak Rekor Tipis di Tengah Tekanan Saham Asuransi Kesehatan

Bursa Wall Street Cetak Rekor Tipis di Tengah Tekanan Saham Asuransi Kesehatan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Wall Street ditutup nyaris mencetak rekor tertinggi pada Selasa (27/1). Hal ini menyusul optimisme investor menjelang laporan keuangan emiten teknologi raksasa diimbangi oleh reaksi beragam terhadap laporan laba terbaru serta aksi jual besar-besaran pada saham perusahaan asuransi kesehatan.

Dilansir dari Reuters, Rabu (28/1), Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,83% ke 49.003,41. Sementara S&P 500 (SPX) naik 0,41% ke 6.978,60 dan Nasdaq Composite (IXIC) menguat 0,91% ke 23.817,10.

Baca Juga: MSCI Bekukan Penyesuaian Indeks untuk Saham Indonesia, Transparansi Jadi Sorotan!

Dari Amerika Serikat (AS), tekanan utama datang dari sektor kesehatan setelah pemerintah mengusulkan kenaikan tingkat pembayaran asuransi dari Medicare. Rencana tersebut memperburuk sentimen terhadap perusahaan asuransi, yang sebelumnya telah memberikan proyeksi pendapatan tahun ini yang mengecewakan.

Sebaliknya, saham teknologi terus mencatatkan penguatan menjelang rilis laporan keuangan emiten besar. Microsoft, Amazon, Nvidia, Apple, dan Broadcom menjadi pendorong utama kenaikan indeks, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kelanjutan reli berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Ada kondisi pasar yang terbelah hari ini, dengan Dow tertekan akibat pengumuman terkait premi Medicare,” kata Kepala Strategi Pasar Osaic Wealth, Phil Blancato.

“Namun secara keseluruhan, pasar terlihat bertahan sambil menunggu pekan penting laporan keuangan," tambahnya.

Perhatian investor tertuju pada laporan keuangan Meta Platforms, Microsoft, dan Tesla. Ia akan membuka rangkaian laporan dari kelompok saham teknologi besar yang dikenal sebagai ‘Magnificent Seven’. Kinerja mereka akan menjadi ujian penting bagi ketahanan tema investasi akal imitasi yang menopang reli Wall Street selama setahun terakhir.

Di sisi data ekonomi, kepercayaan konsumen secara mengejutkan melemah pada Januari. Namun, Blancato menilai data tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan pasar saham.

Baca Juga: Melaju Kencang, Perdagangan 3 Saham Emiten Ini Dihentikan Sementara

Investor juga menantikan hasil rapat dari Federal Reserve. Bank sentral itu diperkirakan akan menahan suku bunga, namun pasar akan mencermati panduan kebijakan selanjutnya, pandangan mereka terhadap ekonomi, serta sinyal terkait kepemimpinan bank sentral ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: