Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Terpuruk, Airlangga Dorong Reformasi Pasar Modal

IHSG Terpuruk, Airlangga Dorong Reformasi Pasar Modal Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong percepatan reformasi regulasi pasar modal. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan momentum pelemahan IHSG menjadi titik masuk bagi pemerintah untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap regulasi pasar modal.

“Pada prinsipnya momentum ini digunakan untuk mereform regulasi daripada pasar modal. Dan kita melihat best practice,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Bos OJK Tegaskan Bakal Ikuti Aturan Main MSCI Hingga Tuntas

Pada perdagangan siang hari, IHSG tercatat anjlok 492,08 poin atau 5,91% ke level 7.828,47. Tekanan tersebut melanjutkan pelemahan yang sebelumnya juga memicu trading halt di Bursa Efek Indonesia.

Airlangga menjelaskan, reformasi regulasi pasar modal akan melibatkan sejumlah otoritas, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta Kementerian Keuangan. Pemerintah juga akan meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penyesuaian aturan perdagangan.

“OJK, BI, Menteri Keuangan, ya tentu kita harus terus melakukan reform terhadap regulasi di pasar modal. Makanya kan tadi saya bilang, kita akan meminta untuk bursa kita melakukan reform mengenai regulasi. Detailnya nanti OJK akan menjelaskan,” ujarnya.

Baca Juga: OJK Tetapkan Ambang Free Float Saham 15%

Ia menambahkan, pelemahan IHSG tidak terlepas dari sentimen laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam laporannya, MSCI menyoroti sejumlah isu di pasar modal Indonesia, khususnya terkait transparansi dan praktik perdagangan saham.

Menanggapi hal tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah akan tetap mengikuti agenda reformasi yang telah disusun dan sebelumnya telah dikomunikasikan dengan MSCI.

“Jadi kita ikuti saja, karena itu sudah ada jadwalnya dan sudah ada pembicaraan dengan MSCI sebelumnya,” kata Airlangga.

Kondisi pasar modal dan respons kebijakan pemerintah tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: