Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sejak Hari Pertama Bencana, PTPN IV PalmCo Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang

Sejak Hari Pertama Bencana, PTPN IV PalmCo Dampingi Pemulihan Aceh Tamiang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dua bulan setelah banjir bandang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, upaya memulihkan kehidupan warga belum berhenti.

Di tengah proses panjang itu, satu hal menonjol: konsistensi kehadiran negara melalui badan usaha milik negara yang sejak awal turun tangan dan terus bertahan hingga hari ini.

Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail bersama Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dan pendiri BenihBaik.com Andy F. Noya meninjau langsung aktivitas warga di Hunian Sementara (Huntara) Danantara, Aceh Tamiang.

Di lokasi tersebut, PTPN IV PalmCo meresmikan Sekolah Alam Darurat bagi anak-anak penyintas banjir, sekaligus menyalurkan bantuan logistik untuk ibu dan anak.

Baca Juga: Danantara Nilai Transformasi PalmCo Perkuat Kemandirian Pangan dan Energi

Langkah ini menegaskan pendekatan pemulihan yang tidak semata berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan psikologis warga—terutama anak-anak yang terdampak bencana.

“PTPN IV PalmCo ini paling cepat  (hadir membantu). PTPN mantap,” ujar Wakil Bupati Ismail.

Ia mengapresiasi respons perusahaan yang dinilainya hadir sejak masa darurat hingga fase pemulihan. “Kehadiran mereka bukan hanya membantu secara fisik, tapi juga memberi ketenangan bagi warga kami. Harapan kami, semua bantuan ini menjadi amal ibadah.”

Selain Sekolah Alam Darurat untuk anak usia 6–12 tahun, bantuan yang disalurkan meliputi ratusan paket nutrisi ibu dan anak, paket alat tulis sekolah, serta sepatu sekolah hasil kolaborasi dengan BenihBaik Indonesia.

Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan pascabencana, Sekolah Alam menjadi ruang sementara agar anak-anak tetap belajar, bermain, dan pulih dari trauma.

Andy F. Noya menilai fasilitas tersebut penting agar bencana tidak memutus masa depan generasi muda.

"Secara psikologis, anak-anak dan keluarganya perlu diyakinkan bahwa mereka tidak ditinggalkan. Sekolah Alam ini bukan sekadar tempat belajar, tapi simbol bahwa ada harapan dan masa depan yang terus diperjuangkan,” katanya.

Ia menyebut kolaborasi antara BUMN, pemerintah baik pusat maupun daerah, TNI Polri dan masyarakat sipil sebagai wujud nyata gotong royong. “Ketika negara hadir bersama masyarakat, manfaatnya langsung dirasakan oleh mereka yang paling rentan.”

Konsistensi itu pula yang menjadi benang merah keterlibatan PTPN IV PalmCo sejak hari-hari pertama bencana. Jatmiko K. Santosa menegaskan, sebagai BUMN, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir saat masyarakat membutuhkan.

"Bagi kami sederhana. Kami punya negara, punya masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan, ya kami harus hadir,” ujar Jatmiko. Memang PTPN IV PalmCo termasuk yang pertama masuk ke Aceh Tamiang pascabanjir, jauh sebelum fase pemulihan berjalan.

Huntara Danantara sendiri berdiri di atas lahan milik PTPN seluas 5,85 hektare, dengan kapasitas sekitar 600 unit.

Selain menyiapkan lahan, perusahaan juga mendukung proses land clearing, pembangunan fasilitas umum, hingga pengamanan area. Ke depan, penyiapan lahan serupa juga dilakukan di sejumlah titik untuk hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang direlokasi.

Menurut Jatmiko, pendampingan tidak berhenti pada penyediaan hunian. Integrasi sosial warga pengungsi dengan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian. “Kami ingin saudara-saudara kita di Huntara ini menyatu dengan desa sekitar, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan sosial,” ujarnya.

Ia memastikan perusahaan akan terus terlibat dalam proses pemulihan. “Aset dan karyawan kami juga terdampak. Jadi kami menyatu dengan warga Aceh Tamiang. Kami tidak akan bosan membantu.”

Huntara Danantara merupakan proyek kolaborasi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia yang dikunjungi Presiden Prabowo Subianto pada 1 Januari 2026.

Di Aceh Tamiang, hunian sementara itu kini bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga ruang tumbuh kembali dengan negara yang hadir secara konsisten, dari masa darurat hingga upaya memulihkan harapan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: