Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Mobil Penumpang, Farizon SV Buka Babak Baru EV Komersial

Bukan Mobil Penumpang, Farizon SV Buka Babak Baru EV Komersial Kredit Foto: Farizon
Warta Ekonomi, Jakarta -

Farizon SV resmi masuk pasar Indonesia sebagai van listrik komersial baru yang menandai pergeseran serius elektrifikasi dari kendaraan penumpang ke sektor niaga.

Kehadiran Farizon SV menunjukkan bahwa adopsi mobil listrik tidak lagi terbatas pada mobil pribadi, melainkan mulai menyasar kebutuhan bisnis seperti logistik, distribusi, dan operasional armada.

Sebagai van listrik, Farizon SV dirancang untuk efisiensi kerja harian dengan fokus utama pada daya jelajah, kapasitas angkut, dan biaya operasional jangka panjang.

Model ini dibangun di atas platform kendaraan listrik khusus niaga, sehingga struktur bodi dan sasisnya dioptimalkan untuk membawa muatan tanpa mengorbankan stabilitas maupun umur pakai baterai.

Farizon SV ditawarkan dengan beberapa opsi kapasitas baterai yang disesuaikan kebutuhan operasional, dengan jarak tempuh yang diklaim mampu menutup rute distribusi dalam kota hingga antarkawasan tanpa pengisian ulang berulang.

Motor listriknya menghasilkan torsi instan yang penting untuk kendaraan niaga, terutama saat membawa muatan penuh di kondisi lalu lintas stop‑and‑go khas perkotaan.

Dari sisi fungsionalitas, van ini mengusung ruang kargo luas dengan lantai rata, bukaan pintu belakang dan samping yang lebar, serta konfigurasi kabin yang memudahkan proses bongkar muat.

Sistem pengisian dayanya mendukung fast charging, memungkinkan baterai diisi hingga sebagian besar kapasitas dalam waktu relatif singkat agar kendaraan cepat kembali beroperasi.

Farizon SV juga dilengkapi fitur keselamatan standar kendaraan komersial modern seperti sistem pengereman anti‑lock, kontrol stabilitas, serta bantuan parkir untuk mendukung manuver di area sempit.

Baca Juga: BYD Investasikan 130 Juta USD untuk Membangun Pabrik Baterai Baru, Tapi di Vietnam

Masuknya Farizon SV mempertegas bahwa segmen EV komersial di Indonesia mulai terbentuk, seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan operasional yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Ke depan, kehadiran van listrik seperti Farizon SV berpotensi mengubah struktur biaya logistik nasional, terutama bagi perusahaan yang mengandalkan armada harian dengan jarak tempuh konsisten.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: