Penjualan Mobil Berbahan Bakar Bensin di China Terus Menurun Hampir Dua Kali Lipat
Kredit Foto: Xinhua
Penjualan mobil penumpang berbahan bakar bensin di pasar otomotif China terus menurun dari 18,17 juta unit pada 2020 menjadi 10,7 juta unit di tahun 2025, demikian sebagaimana dilaporkan Carnewschina.
Konsumen beralih ke mobil listrik karena ditunjang oleh beragam infrastruktur yang membuat orang tidak ragu berpikir dua kali untuk menggantinya dengan mobil listrik.
Tercatat hingga akhir Desember 2025, China memiliki 20,092 juta fasilitas pengisian daya kendaraan listrik. Ini menjadikan China sebagai negara yang memiliki jaringan pengisian daya kendaraan listrik terbesar di dunia.
Angka ini meningkat 49,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, pemerintah China juga menargetkan pada akhir tahun 2027 bisa menembus 28 juta fasilitas.
Baca Juga: China Bakal Izinkan DeepSeek Beli Chip Nvidia H200
Secara khusus, di daerah perkotaan, rencananya adalah menambahkan 1,6 juta konektor pengisian daya DC (termasuk 100.000 konektor pengisian daya berdaya tinggi).
Di area layanan jalan raya (termasuk area istirahat), rencananya adalah memasang 40.000 konektor pengisian daya ultra cepat baru dan yang telah ditingkatkan dengan daya keluaran 60 kW atau lebih tinggi.
Sebagai gambaran, saat ini di China terdapat 4,717 juta fasilitas pengisian daya publik, meningkat 31,9% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total daya 220 juta kilowatt, dan daya rata-rata 46,53 kilowatt.
Terdapat juga 15,375 juta fasilitas pengisian daya swasta, meningkat 56,2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total kapasitas daya terpasang 134 juta kilovolt-ampere.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: