Respons Kondisi Pasar Modal, Ibas Soroti MSCI dan Komitmen Fraksi Partai Demokrat di DPR RI untuk Dorong Reformasi Ekonomi
Kredit Foto: DPR
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan dukungannya terhadap kemajuan pasar modal nasional dan reformasi ekonomi yang berkeadilan. Hal ini disampaikannya menanggapi dinamika serta tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam pernyataannya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut mengapresiasi fokus dan komitmen Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam mempertahankan stabilitas sektor keuangan.
Dukungan juga diberikan terhadap langkah-langkah perbaikan kelembagaan di bidang pasar modal, termasuk penunjukan Frederica Widyasari Dewi yang dinilai sebagai upaya untuk memperkokoh kepemimpinan dan tata kelola otoritas pasar modal di masa depan.
Merespons peristiwa terkini seperti pengunduran diri tiga anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di antaranya Ketua dan Wakil Ketua beserta seorang Deputi Komisioner, serta berakhirnya masa jabatan Ketua Bursa Efek Indonesia (BEI), Ibas menyerukan agar semua pihak menyikapi perkembangan ini dengan kepala dingin, proporsional, dan mengutamakan kepentingan ekonomi nasional dalam jangka panjang.
Selaku anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Ibas menegaskan bahwa pasar modal adalah salah satu sokoguru pembiayaan pembangunan serta barometer kepercayaan terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.
“Pasar modal bukan hanya soal angka dan indeks, tetapi menyangkut kepercayaan. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi harus dijawab dengan langkah yang transparan, profesional, dan menjunjung tinggi integritas,” tegasnya.
Ibas yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dan lembaga terkait dalam melakukan perbaikan serta penguatan pasar modal Indonesia. Namun demikian, ia menekankan bahwa reformasi tersebut harus disertai dengan penegakan integritas dan tata kelola yang kuat.
“Tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik yang merugikan investor dan mencederai kepercayaan publik. Pengawasan yang kuat, transparansi yang konsisten, serta kepastian hukum harus menjadi prioritas utama,” kata Ibas.
Menurutnya, penguatan sistem pengawasan dan tata kelola pasar modal menjadi kunci agar pasar keuangan Indonesia semakin kredibel, stabil, dan mampu bersaing secara global.
Lebih lanjut, Edhie Baskoro yang juga merupakan lulusan dari bidang keuangan dari Curtin University, juga menyoroti posisi Indonesia dalam indeks pasar saham global, khususnya Morgan Stanley Capital International (MSCI). Saat ini Indonesia masih berada dalam kategori emerging market, dengan potensi untuk naik ke level yang lebih tinggi.
“Kenaikan status Indonesia di MSCI bukan sekadar simbol, tetapi pintu masuk bagi arus investasi global yang lebih besar. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inklusif,” ujarnya.
Namun, Ibas mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan struktural, mulai dari tata kelola perusahaan hingga praktik-praktik pasar yang belum sepenuhnya sehat, yang perlu dibenahi secara serius.
“Kita perlu reformasi yang lebih mendalam, mulai dari penyederhanaan regulasi, peningkatan transparansi, hingga pemberantasan praktik pasar yang tidak sehat. Investor global harus yakin bahwa Indonesia adalah tempat yang aman dan terpercaya untuk berinvestasi,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian global, tekanan inflasi, dan tantangan struktural domestik, Edhie Baskoro mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan ekonomi yang lebih pro-rakyat dan berorientasi pada sektor-sektor produktif.
Sebagai wakil rakyat, Ibas menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan publik, termasuk dalam pengelolaan pasar modal dan pengisian jabatan-jabatan strategis.
Baca Juga: IBC Beberkan 6 Rekomendasi Jaga Stabilitas Pasar Modal Indonesia
“Kita tidak boleh lengah, apalagi membiarkan kepentingan segelintir elit mengalahkan kepentingan rakyat. Semua kebijakan harus berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat luas,” tegasnya.
Ibas menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Fraksi Partai Demokrat DPR RI untuk terus mengawal kebijakan ekonomi yang inklusif, transparan, dan berkeadilan, serta mendorong penguatan pasar modal sebagai pilar penting perekonomian nasional.
Mengutip pernyataan peraih Nobel Ekonomi Joseph E. Stiglitz, Ibas mengingatkan pentingnya sistem keuangan yang berfungsi dengan baik bagi pembangunan ekonomi. Menurutnya, hanya dengan reformasi yang konsisten dan menyeluruh, Indonesia dapat membangun pasar modal yang efisien, tangguh, dan berdaya saing global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: