Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kenapa Investasi Penting Dilakukan Sejak Dini?

Kenapa Investasi Penting Dilakukan Sejak Dini? Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Investasi merupakan cara terbaik untuk membangun perencanaan keuangan jangka panjang. Meskipun ada risiko yang harus dipertimbangkan, investasi memungkinkan seseorang bisa mendapatkan keuntungan dari modal yang ditanam ke berbagai instrumen keuangan.

Oleh karena itu, investasi lebih baik dimulai sejak usia muda.

Lebih dari sekedar nominal uang, ada beberapa keuntungan melakukan investasi sejak muda. Beberapa keuntungan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Belajar Lebih Awal

Tidak ada batasan dalam melakukan investasi, kecuali peraturan legal mengenai batas usia kepemilikan rekening uang. Meskipun begitu, investasi akan lebih menguntungkan jika dilakukan sejak muda karena memungkinkan financial freedom di usia tidak produktif.

Selain itu, ketika seseorang memulai investasi di usia 20-an, maka kesalahan menjadi hal wajar dan masih banyak waktu untuk memperbaiki. Namun, jika memulai investasi di usia 50-an, maka waktu untuk belajar dan memperbaiki akan semakin sedikit.

2. Tech-savvy

Generasi muda merupakan generasi yang lebih mudah memahami teknologi. Oleh karena itu, akan lebih mudah dalam memahami aplikasi atau teknik investasi online yang saat ini banyak dikenalkan.

3. Berani Mengambil Risiko Lebih Besar

Usia investor mempengaruhi seberapa besar risiko yang mampu diambil. Generasi muda dipercaya lebih mampu mengambil resiko besar dalam kegiatan investasi. Sementara itu, investor dengan usia lebih tua biasanya tertarik dengan investasi minim risiko.

Berdasarkan prinsip umum high risk high return, investasi dengan risiko tinggi lazimnya akan memberikan keuntungan lebih besar.

Sayangnya tidak banyak generasi muda yang telah melakukan investasi. Hal ini disebabkan oleh rasa takut rugi, sehingga ada kekhawatiran untuk mencoba.

Melansir laman Market Watch, generasi Z disebut lebih berhati-hati dan menghindari resiko dalam berinvestasi. Sekitar 49 persen generasi Z usia 18-25 tahun mengatakan bahwa mereka hanya mempunyai satu produk investasi hingga Juli 2022. Angka tersebut turun 60 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, investor dari generasi milenial yang berusia 26- 41 tahun juga menyusut menjadi 57 persen dari 70 persen pada tahun lalu.

Hal ini membuktikan bahwa generasi muda sangat membutuhkan motivasi untuk melakukan investasi. Padahal, investasi di usia muda dapat memberikan banyak keuntungan.

Generasi muda dapat memulai investasi kapan saja dengan modal yang kecil. Semakin cepat investor memulai investasi, maka akan semakin banyak keuntungan yang didapatkan. Berikut jenis investasi yang cocok untuk pemula.

1. Investasi reksa dana

Reksa dana merupakan sebuah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum (manager investasi) dan kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti, instrumen pasar uang, saham, dan obligasi.

Reksa dana menjadi jenis investasi yang cocok untuk pemula karena mempunyai risiko yang rendah dan terjangkau. Di mana, investor dapat memulai investasi reksa dana dengan dana awal Rp100.000. Keuntungan investasi reksa dana adalah transparansi, yakni seluruh investor dapat mengetahui reksa dananya diinvestasikan ke aset mana saja.

2. Investasi emas

Emas merupakan jenis investasi paling mudah untuk pemula, karena harganya yang terus naik. Emas mempunyai likuiditas tinggi, sehingga dapat dicairkan kapan saja.

Investasi emas akan membawa keuntungan maksimal apabila dilakukan dalam jangka panjang. Contohnya investasi saat ini hingga 10 tahun ke depan, dana yang dicairkan dapat digunakan untuk membeli rumah atau keperluan lainnya.

3. Investasi deposito

Deposito menjadi salah satu jenis investasi yang cukup aman bagi pemula. Sebab, deposito merupakan jenis simpanan dana di bank yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kekurangannya, deposito tidak dapat dicairkan sewaktu-waktu. Deposito hanya dapat diambil dalam jangka waktu tertentu, mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, 12 bulan, hingga satu tahun.

Baca Juga: Kenapa Pengeluaran Bulanan Perlu Dicatat?

4. Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara (SBN) merupakan jenis investasi berupa pembelian surat utang dari pemerintah. Investasi SBN memberikan keuntungan cukup besar bagi investor, yaitu lebih dari 6 persen.

SBN menjadi investasi yang cocok untuk pemula karena aman dan mudah dilakukan. Sebab, investasi ini dijamin langsung oleh pemerintah dan dapat dibeli secara online.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: