Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

POCO Bukan Lagi Flagship Killer, POCO F8 Series Jadi Alasannya

POCO Bukan Lagi Flagship Killer, POCO F8 Series Jadi Alasannya Kredit Foto: Poco
Warta Ekonomi, Jakarta -

POCO F8 Series menandai perubahan besar strategi POCO karena kini masuk ke kelas flagship premium dengan fitur yang dulu jarang ada di lini ini.

POCO sejak awal dikenal sebagai brand yang menawarkan performa tinggi dengan harga agresif untuk menantang ponsel mahal.

“POCO lahir untuk menghadirkan performa ekstrem dengan harga yang relevan bagi lebih banyak orang.”

Citra tersebut terbentuk karena seri-seri awal POCO fokus pada chipset kencang dan spek tinggi sambil memangkas fitur premium demi harga murah.

Arah itu mulai berubah ketika POCO F8 Series hadir dengan pendekatan tanpa banyak kompromi fitur.

POCO F8 Series kini membawa elemen khas flagship seperti wireless charging, kamera periskop, dan kolaborasi audio dengan Bose.

Baca Juga: Daftar Harga HP POCO Februari 2026: Performa Ekstrem Mulai Rp1 Jutaan

Langkah ini membuat POCO tidak lagi sekadar mengejar status flagship killer, tetapi benar-benar masuk ke kategori flagship sesungguhnya.

Perubahan ini menarik karena menggeser DNA POCO dari value ekstrem menjadi pengalaman premium menyeluruh.

Fans lama POCO yang terbiasa dengan harga agresif kini dihadapkan pada lini yang lebih mahal namun jauh lebih lengkap.

Di sisi lain, strategi ini membuka peluang POCO menarik pengguna kelas atas yang sebelumnya tidak melirik brand ini.

Baca Juga: Daftar Harga HP POCO Februari 2026: Performa Ekstrem Mulai Rp1 Jutaan

POCO F8 Pro disebut ditenagai Snapdragon 8 Elite yang dirancang untuk performa kelas flagship.

Layarnya menggunakan panel AMOLED sekitar 6,59 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan sangat tinggi untuk visibilitas luar ruangan.

Perangkat ini membawa baterai sekitar 6.200 mAh dengan dukungan fast charging 100W untuk pengisian super cepat.

Sistem kameranya mengusung sensor utama 50 MP yang difokuskan pada detail dan pemrosesan gambar tingkat lanjut.

Audio stereo pada F8 Pro dikembangkan dengan tuning Bose untuk menghasilkan suara lebih jernih dan kaya.

POCO F8 Ultra hadir lebih ekstrem dengan chipset Snapdragon 8 Elite generasi terbaru untuk performa maksimal.

Layarnya berukuran sekitar 6,9 inci AMOLED 120Hz yang menyasar pengguna multimedia dan gaming.

F8 Ultra membawa konfigurasi triple camera 50 MP termasuk lensa periskop untuk optical zoom jarak jauh.

Kamera depannya disebut beresolusi 32 MP untuk kebutuhan selfie dan video call berkualitas tinggi.

Sektor audio F8 Ultra dikembangkan bersama Bose dengan sistem suara yang lebih imersif dan bass kuat.

Baterainya berada di kisaran 6.500 mAh dengan 100W wired charging dan 50W wireless charging yang menegaskan status flagship.

Perangkat ini juga dilengkapi sertifikasi IP68 untuk ketahanan debu dan air.

POCO F8 Pro versi 12/256 GB dipatok mulai sekitar USD 579 atau setara ±Rp 9,6 jutaan.

Varian 12/512 GB diperkirakan berada di kisaran USD 629 atau sekitar Rp 10,4 jutaan.

POCO F8 Ultra diprediksi mulai USD 679 atau sekitar Rp 11,3 jutaan.

Varian tertinggi F8 Ultra bisa mencapai USD 729 atau sekitar Rp 12,1 jutaan.

Harga Indonesia biasanya menyesuaikan pajak dan distribusi sehingga berpotensi sedikit lebih tinggi.

Dengan spek dan harga tersebut, POCO F8 Series kini bermain di liga flagship premium.

Transformasi ini menunjukkan POCO tidak lagi hanya ingin dikenal murah, tetapi juga mewah dan kompetitif di kelas atas.

Pasar akhirnya yang akan menentukan apakah perubahan ini memperkuat atau mengubah identitas POCO di mata penggemarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: