Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenhaj Hadirkan Layanan Terintegrasi Umrah, Semua Proses Bisa dari Asrama

Kemenhaj Hadirkan Layanan Terintegrasi Umrah, Semua Proses Bisa dari Asrama Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menghadirkan kemudahan bagi jemaah dengan layanan terintegrasi melalui konsep one stop services.

Kemenhaj saat ini sedang menyiapkan Asrama Haji Banten sebagai pilot project One Stop Services pelayanan umrah sekaligus melakukan konsolidasi penyelenggaraan haji dan umrah di Embarkasi Banten guna memperkuat ekosistem layanan dan perlindungan jemaah.

Baca Juga: Kemendikdasmen Dorong Pemulihan Pascabencana, 1.741 Sekolah di Sumatra Teken PKS Rp1,2 T

Konsolidasi ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem ekonomi haji daerah, termasuk melalui rencana simulasi pelayanan ibadah umrah yang terintegrasi di Asrama Haji Banten.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa skema One Stop Services akan mengintegrasikan layanan imigrasi, maskapai, manasik, serta proses CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine) yang dilakukan langsung di asrama sebelum keberangkatan.

“Kami ingin menghadirkan layanan yang lebih sederhana, terintegrasi, dan memberikan kepastian bagi jemaah. Semua proses—manasik, imigrasi, hingga penerbangan—bisa dilakukan dari asrama. Ini opsi pelayanan, bukan kewajiban,” ujar Dahnil, dikutip dari siaran pers Kemenhaj, Rabu (4/3).

Seiring revisi regulasi yang membuka ruang bagi skema umrah mandiri serta kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memberikan akses lebih luas, pemerintah tetap menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada jemaah.

“Walaupun ada opsi umrah mandiri, negara tetap hadir untuk memastikan perlindungan jemaah dan menjaga ekosistem penyelenggaraan tetap tertib dan akuntabel,” tegasnya.

Kemenhaj juga mendorong peningkatan kualitas layanan maskapai nasional, termasuk Garuda Indonesia, agar semakin kompetitif dan ekonomis bagi jemaah.

“Kami berharap maskapai nasional semakin profesional dan mampu memberikan harga yang lebih bersaing sehingga jemaah mendapatkan pelayanan terbaik,” tambah Dahnil.

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, Kemenhaj akan membentuk tim task force khusus guna mengawal pelaksanaan proyek ini serta mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk penguatan sektor UMKM di kawasan asrama.

Baca Juga: Kemenhaj Kebut Pemvisaan Haji, Tersisa 40 Ribu Jemaah

Kegiatan ini turut dihadiri oleh anggota Komisi VIII DPR RI Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Direktur Jenderal Imigrasi, Direktur Niaga dan Korporasi Garuda Indonesia, pejabat Eselon I dan II Kementerian Haji dan Umrah RI, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Banten, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, PPIU Banten, serta jajaran pegawai Kemenhaj Provinsi Banten.

Dengan inovasi ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap pelayanan umrah Indonesia semakin profesional, terintegrasi, serta memberikan manfaat luas bagi jemaah dan masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: