Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ketum PBNU Paparkan Penjelasan Presiden Prabowo Soal Board of Peace dan Nasib Gaza

Ketum PBNU Paparkan Penjelasan Presiden Prabowo Soal Board of Peace dan Nasib Gaza Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan silaturahmi dan dialog dengan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (03/02). Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB ini dihadiri para tokoh ulama dan didampingi oleh sejumlah menteri.

Kehadiran para tokoh tersebut merupakan undangan langsung dari Presiden untuk membahas berbagai isu strategis, dengan salah satu fokus utama adalah posisi dan peran Indonesia dalam inisiatif Dewan Perdamaian (Board of Peace) serta upaya nyata bangsa Indonesia dalam membela Palestina.

Pertemuan ini dihadiri oleh para tokoh kunci, antara lain Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar, Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis. Dari pihak pemerintah, hadir mendampingi Presiden antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Salah satu hasil penting dari dialog tersebut adalah penjelasan mendalam dari Presiden Prabowo mengenai strategi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yang juga hadir, menyampaikan poin-poin kesepakatan dan penjelasan yang diterima.

"Pada tataran nilai, semua sepakat bahwa menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semua juga sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, dan memperjuangkan Palestina sampai merdeka," tegas Gus Yahya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pada tataran kebijakan, para tokoh mendapatkan penjelasan ekstensif dari Presiden mengenai pertimbangan-pertimbangan realistis yang harus dibuat. Hal ini terkait dengan situasi aktual dan peluang yang tersedia, agar Indonesia dapat bertindak lebih konkret, progresif, dan mengejar hasil yang lebih nyata bagi Palestina.

Salah satu langkah strategis yang dijelaskan adalah partisipasi Indonesia dalam inisiatif Board of Peace yang digagas Amerika Serikat. 

"Partisipasi ini akan diiringi dengan konsolidasi di antara negara-negara Islam dan Timur Tengah yang juga terlibat, sehingga langkah-langkah dalam dewan tersebut akan menjadi terkonsolidasi. Motivasi dasar negara-negara yang berpartisipasi tetap untuk membela dan membantu Palestina," jelas Gus Yahya.

Ia menambahkan bahwa Presiden juga menitipkan pesan agar publik tidak mudah terbawa arus yang justru dapat merugikan Palestina. 

"Presiden menegaskan bahwa semua langkah akan dilakukan dengan kewaspadaan dan prinsip yang tidak bisa ditawar, yaitu menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza. Upaya ini nantinya juga akan dikembangkan lebih luas untuk membantu rakyat Palestina di Tepi Barat," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: