Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bersama PNM, CIRAD Kembangkan 4,1 Juta Nasabah Mekaar di Sektor Pertanian Berkelanjutan

Bersama PNM, CIRAD Kembangkan 4,1 Juta Nasabah Mekaar di Sektor Pertanian Berkelanjutan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kolaborasi antara akademisi dan pelaku praktisi di lapangan semakin dianggap penting untuk memajukan model pemberdayaan ekonomi ultra mikro yang berlandaskan pengetahuan.

Pendekatan penelitian yang terikat erat dengan praktik usaha masyarakat di lapangan, dinilai mampu menghasilkan solusi yang tidak saja relevan secara keilmuan, melainkan juga dapat diterapkan dan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil.

Sejalan dengan semangat itu, CIRAD (Centre de coopération internationale en recherche agronomique pour le développement), lembaga riset akademis Prancis yang mengkhususkan diri pada agroekonomi, mempererat kerja sama dengan PNM dalam rangka pengembangan bisnis berbasis penelitian akademik.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari riset yang sebelumnya dilakukan di Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, wilayah yang dikenal sebagai salah satu penghasil kakao ekspor. 

Di daerah tersebut, riset difokuskan pada peningkatan nilai jual biji kakao yang dipanen oleh nasabah Mekaar melalui inovasi budidaya dan pascapanen. 

Dalam prosesnya, tim peneliti turut mengunjungi unit Mekaar serta berdialog langsung dengan para Account Officer (AO) dan petani kakao guna memahami praktik lapangan secara menyeluruh.

Ke depan, kolaborasi yang disepakati adalah dalam penguatan sistem pertanian berkelanjutan dan agroforestri, termasuk transisi agroekologi, pertanian berketahanan iklim, serta inovasi pascapanen. 

Selain itu, kerja sama juga menjangkau sektor akuakultur berkelanjutan dan mata pencaharian pesisir melalui praktik ramah lingkungan, pengelolaan limbah berbasis sirkularitas, serta pemantauan kualitas air dan ekosistem.

Upaya tersebut diperkuat dengan integrasi akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas, seperti skema pembiayaan terintegrasi pertanian-akuakultur, pelatihan Training of Trainers (ToT) spesialis, hingga pelacakan dampak sosial-ekonomi.

Dengan potensi sekitar 4.108.845 nasabah PNM Mekaar di sektor pertanian (Januari, 2026), ekosistem pemberdayaan yang dimiliki PNM dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan berbasis riset yang lebih luas dan terukur.

Presiden Direktur CIRAD, Elisabeth Claverie de Saint Martin, menyampaikan kolaborasi ini sangat strategis karena menjembatani ilmu pengetahuan dengan jaringan pemberdayaan.

“Kolaborasi ini sangat strategis karena menjembatani ilmu pengetahuan dengan jaringan pemberdayaan yang telah menjangkau hingga akar rumput. Kami melihat kemitraan ini membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat prasejahtera.” ujarnya.

Baca Juga: Group CEO BRI Beri Apresiasi Peran PNM dalam Transformasi Ekosistem Ultra Mikro Berkelanjutan

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria, mengapresiasi langkah ini dan mengungkapkan penguatan berbasis riset ini menjadi langkah penting kami dalam terus berupaya meningkatkan kualitas pendampingan nasabah.

“Penguatan berbasis riset ini menjadi langkah penting kami dalam terus berupaya meningkatkan kualitas pendampingan nasabah. Nilai tambah yang tercipta diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperkuat keberlanjutan lingkungan serta ketahanan usaha dalam jangka panjang.” Ujar Dodot.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: