Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Berdayakan Desa Tebara Sumba, Program Bakti BCA Sukses Pacu Pendapatan Ekonomi Masyarakat Lokal

Berdayakan Desa Tebara Sumba, Program Bakti BCA Sukses Pacu Pendapatan Ekonomi Masyarakat Lokal Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah berhasil mengembangkan Kampung Prai Ijing (Tebara) di Kabupaten Sumba Barat menjadi destinasi desa wisata. Melalui inisiatif Program Desa Bakti BCA, fokus utama diarahkan pada pemberdayaan masyarakat lokal agar mampu mengelola potensi daerahnya dan meningkatkan taraf hidup secara mandiri.

Marthen Ragowino Bira selaku Kepala Desa Wisata Tebara mengungkapkan bahwa desanya sebenarnya memiliki keindahan alam dan kekayaan budaya yang besar, namun belum dikelola secara maksimal sebelum adanya program ini. Beliau menekankan bahwa kehadiran pendampingan dari Bakti BCA menjadi kunci dalam mengoptimalkan berbagai potensi pariwisata yang ada.

Dalam acara BCA Expoversary 2026 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (5/2/2026), Marthen menyebutkan bahwa dukungan Bakti BCA mencakup pengembangan SDM, ekosistem, hingga manajemen program wisata. Upaya kolaboratif ini dinilai sangat membantu warga Desa Tebara dalam memaksimalkan daya tarik wisata di wilayah mereka.

Marthen menjelaskan, Program Desa Bakti BCA mampu meningkatkan pendapatan desa dari sektor pariwisata dengan total pemasukan mencapai lebih dari Rp1 miliar sepanjang tahun 2025 lalu. Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

"Tidak hanya generasi muda, tetapi masyarakat lokal juga mendapatkan akses terhadap peluang kerja dan usaha," katanya.

Marthen berharap Program Desa Bakti BCA dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Ia berharap, pelatihan tersebut dapat memperkuat kemandirian desa sehingga program serupa dapat direplikasi di wilayah lain di Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba, yang memiliki potensi budaya dan alam yang sangat besar.

"Harapan kami masyarakat semakin produktif dan memberi inspirasi bagi teman-teman di desa lain di NTT. Sumba punya alam yang luar biasa, saya harap Sumba bisa bertransformasi menjadi daerah wisata," tegasnya.

Desa Wisata Tebara dikenal luas memiliki kekayaan arsitektur tradisional yang unik dan sangat menjaga budaya tenun. Budaya tersebut bukan hanya menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara untuk melihat proses menenun, tapi juga turut menjadi penggerak perekonomiaan lokal dengan penjualan ragam produk tenun Sumba bagi pengunjung.

Belum lama ini Desa Tebara sukses menyabet penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award pada ajang ASEAN Tourism Awards (ATA) 2026 yang diselenggarakan oleh ASEAN Tourism Forum di Cebu, Filipina. Pemberian anugerah tersebut meneguhkan kontribusi BCA terhadap pengembangan usaha komunitas masyarakat desa dan UMKM yang berkelanjutan bagi perekonomian warga lokal.

Baca Juga: Sambut HUT ke-69, BCA Gelar Expoversary 2026 dengan Ragam Promo Spesial untuk Nasabah

Program UMKM dan Desa Bakti BCA memberikan pendampingan menyeluruh kepada 28 Desa Bakti BCA yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Inisiatif Desa Bakti BCA menjunjung dua tujuan utama, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan akses pasar.

Melalui berbagai program, seperti penguatan atraksi wisata, pengelolaan layanan, pembekalan literasi keuangan, familiarization trip, hingga pemberdayaan UMKM lokal, Bakti BCA berharap dapat mendukung usaha komunitas yang berkelanjutan dan berkontribusi pada perekonomian warga lokal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: