Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tren HP Tahan Banting 2026, Konsumen Indonesia Mulai Prioritaskan Durability

Tren HP Tahan Banting 2026, Konsumen Indonesia Mulai Prioritaskan Durability Kredit Foto: MI.co.id
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tren pasar smartphone di Indonesia mulai menunjukkan pergeseran minat konsumen dari sekadar spesifikasi tinggi menuju perangkat yang lebih tahan lama secara fisik.

Jika beberapa tahun lalu kamera dan performa menjadi faktor utama pembelian, kini aspek durability atau ketahanan perangkat mulai mendapat perhatian serius.

Perubahan ini tidak terjadi tanpa alasan karena biaya perbaikan smartphone modern semakin mahal.

Layar pecah, bodi penyok, atau kerusakan akibat air sering kali membuat biaya servis mendekati harga beli perangkat baru.

Kondisi tersebut mendorong konsumen lebih selektif dalam memilih ponsel yang mampu bertahan dalam penggunaan jangka panjang.

Sertifikasi seperti IP rating untuk ketahanan air dan debu kini tidak lagi dianggap fitur mewah.

Sebaliknya, fitur tersebut mulai dilihat sebagai kebutuhan dasar bagi pengguna aktif.

Redmi Note 15 Series yang dikabarkan membawa sertifikasi ketahanan lebih tinggi menjadi salah satu contoh bagaimana brand mulai membaca arah pasar.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa produsen tidak lagi hanya berlomba pada angka megapiksel atau skor benchmark.

Ketahanan fisik perlahan menjadi selling point yang dikomunikasikan secara terbuka dalam strategi pemasaran.

Pengguna di Indonesia yang memiliki mobilitas tinggi membutuhkan perangkat yang tidak mudah rusak saat terjatuh atau terkena cipratan air.

Kondisi iklim tropis dengan kelembapan tinggi juga membuat perlindungan terhadap air dan debu semakin relevan.

Segmen pekerja lapangan, pengendara motor, hingga traveler menjadi kelompok yang paling merasakan manfaat fitur ini.

Durability juga berkaitan erat dengan konsep sustainability karena perangkat yang awet tidak perlu sering diganti.

Semakin lama ponsel bertahan, semakin kecil pula limbah elektronik yang dihasilkan.

Produsen yang mampu menawarkan kombinasi performa dan ketahanan fisik berpotensi memenangkan persaingan.

Konsumen kini tidak hanya bertanya seberapa kencang chipset, tetapi juga seberapa kuat perangkat digunakan bertahun-tahun.

Material seperti Gorilla Glass generasi terbaru dan frame yang diperkuat mulai menjadi nilai jual utama.

Beberapa brand bahkan menonjolkan hasil uji jatuh dan tekanan sebagai bagian dari promosi produk.

Fenomena ini menandakan bahwa smartphone telah diposisikan sebagai investasi jangka panjang.

Di 2026, durability diprediksi menjadi salah satu kata kunci penting dalam pencarian smartphone.

Ketahanan fisik bukan lagi sekadar bonus, melainkan faktor penentu keputusan beli.

Baca Juga: Ulasan Redmi Note 15 5G: Standar TITAN Durability dalam Bodi Tipis, Kompromi atau Inovasi?

Pasar Indonesia yang semakin matang mendorong produsen menghadirkan perangkat yang tidak hanya pintar, tetapi juga tangguh.

Tren ini membuka babak baru di mana kualitas konstruksi menjadi sama pentingnya dengan spesifikasi internal.

Jika arah ini terus berlanjut, maka era smartphone rapuh dengan desain cantik namun ringkih bisa segera ditinggalkan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: