Kredit Foto: Kementerian ESDM
PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi rencana ekspansi distribusi produk Pertamax Green 95 secara nasional. Saat ini tercatat sudah ada 177 SPBU di wilayah Pulau Jawa yang menyalurkan bahan bakar dengan kandungan etanol 5% (E5) tersebut.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menjelaskan perluasan jangkauan ini akan didukung oleh ketersediaan pasokan dari pabrik bioetanol baru di Glenmore, Banyuwangi. Pabrik hasil sinergi dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) tersebut memiliki kapasitas 30.000 kiloliter per tahun.
"Melalui hilirisasi dengan sinergi BUMN bersama PTPN, kami di Pertamina siap mentransformasi molase sebagai by-product gula menjadi bioetanol sebagai energi bersih untuk negeri," ujar Agung saat seremoni groundbreaking pabrik tersebut, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Pertamina dan SGN Groundbreaking Pabrik Bioetanol 30 Ribu KL di Banyuwangi
Menurut Agung, Pertamax Green 95 merupakan bagian dari strategi besar Pertamina dalam transisi energi. Produksi bioetanol dari Banyuwangi akan langsung disalurkan ke terminal-terminal BBM untuk kemudian dialokasikan ke jaringan SPBU Pertamina yang terus bertransformasi.
“Saat ini sudah terdapat 177 SPBU di Pulau Jawa yang menyalurkan Pertamax Green 95, produk Pertamina dengan kandungan etanol 5% yang merupakan bentuk energi bersih,” kata Agung memaparkan milestone distribusi saat ini.
Baca Juga: Pertamina Bidik 'Giant Discovery' di Jambi Merang
Kehadiran pabrik baru ini menjadi kunci bagi Pertamina untuk tidak hanya memperluas wilayah pasar, tetapi juga meningkatkan kadar campuran etanol dalam produk BBM ke level yang lebih tinggi di masa depan.
"Salah satunya melalui pabrik ini, nantinya akan diperluas wilayah implementasinya dan ditingkatkan kandungan etanolnya, sehingga akan seiring dengan negara-negara besar di dunia yang menggunakan etanol sebagai bahan bakar bersih," tutup Agung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: