Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ice Dome Cooling, Rahasia iQOO 15 Ultra Tahan Gaming Panjang! RedMagic Minggir Dulu!

Ice Dome Cooling, Rahasia iQOO 15 Ultra Tahan Gaming Panjang! RedMagic Minggir Dulu! Kredit Foto: Wahyu Pratama
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam lanskap smartphone gaming 2026, performa tinggi saja tidak cukup, stability atau konsistensi performa selama sesi panjang menjadi pembeda utama antarpesaing.

iQOO 15 Ultra muncul sebagai salah satu kandidat flagship gaming yang menjawab tantangan tersebut lewat sistem pendingin aktif yang dirancang sangat besar dan canggih.

Salah satu komponen terpentingnya adalah Ice Dome Cooling System yang memadukan solusi termal aktif dan pasif di satu kerangka besar.

Pendingin ini dibangun dengan kipas internal 59-blade yang dibuat khusus untuk meningkatkan aliran udara secara signifikan dibanding sistem kipas biasa.

Permukaan vapor chamber seluas 8.000 mm² menjadi salah satu ruang termal terbesar di kelasnya, mampu menyerap dan menyebarkan panas dari chipset secepat mungkin.

Untuk memperkuat isolasi panas, iQOO 15 Ultra juga menggunakan lapisan graphite berlapis dan aerogel insulation yang menahan distribusi panas ke komponen lain.

Kelengkapan ini bahkan sudah mendapatkan sertifikasi TÜV Rheinland untuk stabilitas jangka panjang, yang berarti perangkat ini lulus pengujian durabilitas intensif.

Perpaduan teknologi tersebut bukan sekadar gimmick bukti nyata dari desain termal kelas atas terlihat saat sesi gaming panjang.

Chipset flagship yang besar cenderung menghasilkan panas tinggi saat dipacu maksimal, dan tanpa sistem pendingin memadai, frame rate bisa turun drastis seiring waktu.

iQOO 15 Ultra mampu menjaga suhu tetap rendah dan frame rate tetap stabil bahkan setelah sesi bermain berat seperti game dengan grafis intens selama puluhan menit.

Hal ini menjadi pembeda penting dibanding banyak smartphone lain yang mengandalkan pendingin pasif saja yakni sistem thermal graphite tanpa kipas yang cepat mengalami thermal throttling.

Thermal throttling terjadi ketika chip menurunkan kecepatan clock untuk mencegah panas berlebih, yang kemudian berdampak pada penurunan performa game.

Sistem pendingin aktif pada iQOO 15 Ultra meminimalkan fenomena ini, sehingga permainan tetap smooth dari awal sampai akhir sesi.

Bukan hanya soal gaming saja; sistem termal juga berdampak pada kinerja sehari-hari seperti multitasking, perekaman video panjang, dan proses benchmark berat.

Performa stabil yang didukung cooling besar menjadi nilai jual utama, apalagi di segmen yang seringkali mengorbankan durasi performa demi desain tipis.

Spesifikasi lain iQOO 15 Ultra turut mendukung pengalaman gaming lengkap: layar AMOLED besar 6,78 inci dengan refresh rate tinggi (hingga 144 Hz).

Baca Juga: iQOO 15 Ultra Resmi Meluncur dengan Chipset 3nm dan Baterai Jumbo, Segera ke Indonesia?

Chipset yang dibawa biasanya Snapdragon 8 Gen 4 (atau generasi setara terbaru) yang punya perfomance headroom kuat untuk game AAA.

RAM hingga 16–24 GB LPDDR5X dipadukan dengan storage UFS 4.1 memberi ruang multitasking dan akses data super cepat.

Baterai besar sekitar 6.000–6.500 mAh dipadu dengan fast charging 120 W membuat perangkat siap pakai kembali dalam waktu singkat.

Speaker stereo berkualitas turut memperkaya pengalaman audio saat bermain maupun menonton konten.

Harga iQOO 15 Ultra diperkirakan akan berada di kisaran Rp10–12 jutaan untuk pasar Indonesia tergantung varian memori dan konfigurasi resmi.

Rentang harga ini menempatkan 15 Ultra sebagai pesaing serius bagi lini gaming seperti RedMagic 11 Pro dan Black Shark generasi terbaru.

Di sisi Black Shark, banyak model mengandalkan pendingin udara pasif plus liquid cooling, namun tambahan kipas dinamai internal pada iQOO memberi keuntungan nyata dari segi disipasi panas.

Begitu pula dibanding RedMagic dengan kipas internal kecil, ukuran sistem venting dan vapor chamber iQOO cenderung lebih besar yang berdampak pada konsistensi performa sustained.

Strategi ini menunjukkan bahwa iQOO tidak hanya mengejar angka benchmark puncak, tetapi fokus menjaga performa tersebut terjaga dalam durasi gaming panjang.

Di era di mana game mobile semakin kompleks dan sesi bermain semakin panjang, sistem pendingin aktif seperti pada iQOO 15 Ultra bisa menjadi game changer, sesuatu yang bukan sekadar bahan iklan saja.

iQOO 15 Ultra dengan cooling besar tersebut menunjukkan bahwa permainan malam panjang bukan lagi soal harga atau chipset semata, tetapi tentang bagaimana perangkat tetap kuat dari detik pertama hingga terakhir sesi bermain.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: