- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Tertinggi Sepanjang Sejarah, Marketing Sales Jababeka (KIJA) Tembus Rp3,6 Triliun pada 2025
Kredit Foto: Jababeka
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan capaian bersejarah sepanjang 2025. Perseroan berhasil membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) real estat sebesar Rp3,6 triliun, melampaui target Rp3,5 triliun yang sebelumnya ditetapkan.
"Pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan tahun 2024, ketika penjualan pemasaran tercatat sebesar Rp3,19 triliun. Kinerja tersebut sekaligus menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global," kata Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda.
Kontribusi terbesar datang dari kawasan Kendal yang menyumbang marketing sales Rp2,51 triliun dari penjualan lahan seluas 142 hektar selama 2025. Angka tersebut naik sekitar 17% dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp2,14 triliun.
Investor asing mendominasi transaksi di Kendal dengan kontribusi sekitar 89%, terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan, sedangkan investor domestik menyumbang 11%.
Baca Juga: Rumah Rp2 Miliar jadi Incaran, BCA: Skema KPR Masih jadi Andalan
Sejumlah transaksi besar terjadi di kawasan tersebut, termasuk penjualan lahan 8 hektar untuk industri ban asal China, 7 hektar untuk sektor bahan bangunan, serta 13 hektar untuk industri furnitur.
Selain itu, Jababeka juga mencatat penjualan 12 hektar lahan kepada perusahaan furnitur asal Indonesia, serta 13 hektar kepada perusahaan kemasan dari Hong Kong.
Sementara itu, marketing sales dari kawasan Cikarang mencapai Rp1,1 triliun atau tumbuh sekitar 5% secara tahunan. Penjualan tersebut berasal dari lahan seluas total 21,2 hektar di berbagai segmen. Kontribusi terbesar datang dari penjualan tanah matang kawasan industri senilai Rp567,4 miliar dengan luas 18 hektar.
Adapun penjualan produk tanah dan bangunan mencapai Rp365,4 miliar, yang berasal dari bangunan pabrik (Standard Factory Building) sebesar Rp292,7 miliar serta produk residensial komersial senilai Rp72,7 miliar.
Dari total penjualan tanah matang dan bangunan pabrik yang mencapai Rp860 miliar, sekitar 48% berasal dari investor domestik, sedangkan 52% berasal dari investor asing, terutama dari Korea dan China.
Melihat tren permintaan yang masih kuat, Perseroan memasang target marketing sales sebesar Rp3,75 triliun pada 2026. "Ke depan, Jababeka menetapkan target penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun pada tahun 2026, yang terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang," ujar Muljadi.
Dari target tersebut, sebesar Rp1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang dan kawasan lainnya, terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial. Sementara sisanya sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari kawasan Kendal yang seluruhnya merupakan produk industri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: