Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jababeka (KIJA) Resmikan Pabrik Mini LNG di Pasuruan, Nilai Investasi US$16,9 Juta

Jababeka (KIJA) Resmikan Pabrik Mini LNG di Pasuruan, Nilai Investasi US$16,9 Juta Kredit Foto: Jababeka
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak usahanya PT Likuid Nusantara Gas (PT LNG) resmi mengoperasikan pabrik mini liquefied natural gas (LNG) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Pasuruan, Jawa Timur. 

Peresmian fasilitas dengan nilai investasi US$16,9 juta itu dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Yuliot Tanjung, pada Rabu (11/02).

Pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektar tersebut berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi LNG dengan kapasitas produksi awal 2,5 MMSCFD per hari. Ke depan, kapasitas ini berpotensi ditingkatkan hingga 4 MMSCFD per hari. 

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menilai kehadiran fasilitas ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas akses energi yang lebih bersih dan efisien bagi sektor industri.

Ia menyebut kilang tersebut sebagai mini LNG pertama di Pulau Jawa, yang diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik untuk industri, pembangkit listrik, hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya, bahkan berpotensi menjangkau distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Tertinggi Sepanjang Sejarah, Marketing Sales Jababeka (KIJA) Tembus Rp3,6 Triliun pada 2025

Yuliot juga menyoroti besarnya subsidi LPG nasional yang diperkirakan mencapai Rp87 triliun pada 2025. Kehadiran mini LNG ini diharapkan dapat mendorong substitusi konsumsi LPG ke LNG, sehingga mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan efisiensi anggaran.

“Pada akhirnya akan terjadi efisiensi dan dalam jangka panjang masyarakat bisa mendapatkan energi yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkap Yuliot.

Dari sisi pengelola, Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Budianto Liman, menegaskan bahwa fasilitas ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan infrastruktur energi di Jawa. 

“Pabrik ini merupakan pabrik mini LNG pertama yang dikelola swasta di Pulau Jawa. Kami juga mengapresiasi dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan infrastruktur energi. Kami yakin fasilitas ini dapat berkontribusi pada penyediaan energi yang lebih rendah emisi dan kompetitif bagi pelaku industri, khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya,” kata Budianto Liman.

Baca Juga: Kawasan Industri RI Dinilai Tak Ramah Investasi, Bos Jababeka Ungkit Soal Harga Tanah Hingga UMP

Ia menambahkan, operasional pabrik mini LNG diharapkan memperkuat kontribusi lini bisnis infrastruktur yang bersifat recurring terhadap pendapatan KIJA, seiring meningkatnya kebutuhan energi industri yang lebih kompetitif dan rendah emisi.

Sementara itu, CEO PT LNG, Wira Rahardja, menyatakan kesiapan perusahaan untuk bermitra dengan pelaku usaha yang ingin beralih ke energi lebih ramah lingkungan. Saat ini, distribusi LNG didukung armada iso tank berukuran 20 dan 40 kaki guna melayani kebutuhan konsumen ritel maupun distributor.

“Pada tahap awal operasional, kami telah berhasil menyediakan dan menyalurkan gas alam cair ke wilayah Jawa Timur dan Bali secara andal, baik dari sisi kualitas maupun distribusi. Capaian ini memperkuat keyakinan kami bahwa fasilitas ini dapat mendukung perusahaan yang ingin beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Wira Rahardja.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: