Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investasi US$16,9 Juta, Jababeka Tancap Gas LNG

Investasi US$16,9 Juta, Jababeka Tancap Gas LNG Kredit Foto: Jababeka
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Jababeka Tbk (KIJA) meresmikan operasional pabrik mini liquefied natural gas (LNG) di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (11/2/2026). Melalui entitas anak PT Likuid Nusantara Gas (PT LNG), perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi dari 2,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) menjadi 4 MMSCFD pada 2027 untuk memenuhi kebutuhan energi industri.

Peresmian dilakukan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dengan penekanan tombol sirine. Fasilitas tersebut diklaim sebagai pabrik mini LNG pertama yang dikelola swasta di Pulau Jawa.

Proyek ini dikembangkan melalui skema joint venture. PT Jababeka Infrastruktur, entitas anak KIJA, menguasai 60% saham PT LNG, sedangkan PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing memiliki 20%. Total investasi mencapai US$16,9 juta.

Baca Juga: Jababeka (KIJA) Resmikan Pabrik Mini LNG di Pasuruan, Nilai Investasi US$16,9 Juta

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan fasilitas ini mendukung perluasan akses energi bersih dan efisien bagi industri.

“Pada akhirnya akan terjadi efisiensi dan dalam jangka panjang masyarakat bisa mendapatkan energi yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Yuliot.

Ia menambahkan, kilang mini LNG tersebut diharapkan menjadi benchmark pengembangan infrastruktur energi modular di berbagai daerah. Pemerintah mencatat subsidi LPG nasional diperkirakan mencapai Rp87 triliun pada 2025, sehingga fasilitas LNG diharapkan mendorong substitusi LPG, mengurangi ketergantungan impor, dan meningkatkan efisiensi anggaran.

Duta Besar Argentina untuk Indonesia Gustavo Ricardo Coppa menyampaikan proyek ini menjadi wujud kolaborasi teknologi Indonesia dan Argentina melalui Galileo Technologies, sekaligus memperkuat ketahanan energi dan pengembangan infrastruktur energi modern.

Baca Juga: Kawasan Industri RI Dinilai Tak Ramah Investasi, Bos Jababeka Ungkit Soal Harga Tanah Hingga UMP

Wakil Direktur Utama KIJA Budianto Liman menyebut pabrik mini LNG tersebut akan memperkuat lini bisnis infrastruktur perusahaan.

“Pabrik ini merupakan pabrik mini LNG pertama yang dikelola swasta di Pulau Jawa. Kami juga mengapresiasi dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan infrastruktur energi. Kami yakin fasilitas ini dapat berkontribusi pada penyediaan energi yang lebih rendah emisi dan kompetitif bagi pelaku industri, khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya,” ujarnya.

Fasilitas seluas sekitar 1 hektare itu beroperasi sebagai pusat pengolahan dan distribusi LNG dengan kapasitas awal 2,5 MMSCFD per hari. Perusahaan menargetkan ekspansi kapasitas menjadi 4 MMSCFD melalui penambahan dua unit mesin pengolahan LNG pada paruh kedua 2027.

Baca Juga: Tertinggi Sepanjang Sejarah, Marketing Sales Jababeka (KIJA) Tembus Rp3,6 Triliun pada 2025

CEO PT LNG Wira Rahardja menyatakan perusahaan telah menyalurkan LNG ke wilayah Jawa Timur dan Bali pada tahap awal operasional. Distribusi dilakukan menggunakan armada iso tank berukuran 20 dan 40 kaki untuk melayani konsumen ritel maupun distributor.

“Pada tahap awal operasional, kami telah berhasil menyediakan dan menyalurkan gas alam cair ke wilayah Jawa Timur dan Bali secara andal, baik dari sisi kualitas maupun distribusi. Capaian ini memperkuat keyakinan kami bahwa fasilitas ini dapat mendukung perusahaan yang ingin beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Wira.

Ia menambahkan perusahaan telah bekerja sama dengan sejumlah konsumen, termasuk PGN Gagas.

“Dengan kapasitas yang lebih besar, kami optimistis dapat menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memperkuat peran kami dalam mendukung transisi energi di sektor industri,” tutup Wira.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: