Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apindo Nilai Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Cerminkan Kondisi Riil

Apindo Nilai Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tak Cerminkan Kondisi Riil Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 sebesar 5,11% belum mencerminkan kondisi riil dunia usaha di lapangan. Penilaian tersebut didasarkan pada tekanan yang masih kuat di berbagai sektor, terutama industri pengolahan atau manufaktur, yang kinerjanya berada di bawah rata-rata nasional.

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan pemerintah perlu melihat realitas operasional dunia usaha secara langsung, bukan hanya mengacu pada capaian angka pertumbuhan makro. Menurutnya, kondisi ekonomi 2025 akan menjadi cerminan tantangan yang dihadapi pada 2026.

“Kita tidak meneliti angka, tapi kita lebih melihat kondisi riil itu bagaimana kita beroperasi di lapangan dan tantangannya seperti apa di lapangan,” kata Shinta dalam acara Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Konsumsi dan Investasi Lesu, Celios Nilai Ekonomi 5,11% Janggal

Berdasarkan pemantauan Apindo, sejumlah sektor strategis mencatat pertumbuhan di bawah rata-rata nasional sepanjang 2025. Sektor perkebunan hanya tumbuh 2,90%, perikanan 2,95%, jasa keuangan 3,96%, real estate 3,58%, serta perdagangan mobil dan sepeda motor 5,4%.

“Sektor pertambangan bahkan kontraksi,” imbuh Shinta.

Baca Juga: Airlangga Sebut Ekonomi RI Lebih Kencang dari China

Tekanan paling besar, lanjut Shinta, terjadi di sektor industri pengolahan. Pada 2025, industri tekstil hanya tumbuh 3,5%, alas kaki 3,3%, dan furnitur 1,6%. Dari total 16 subsektor manufaktur, sebanyak 9 subsektor tercatat tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kondisi di lapangan seperti itu. Gambaran ini juga menegaskan tantangan di 2026 bukan hanya menjaga angka pertumbuhan, tapi memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan penguatan sektor riil,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11% secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 yang sebesar 5,03% yoy.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa nilai ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun berdasarkan harga berlaku (ADHB) dan Rp13.580,5 triliun berdasarkan harga konstan (ADHK).

“Secara kumulatif, perekonomian Indonesia selama tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen,” kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2/2026).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: