Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mendikdasmen: Sekolah Jadi Ruang Pembiasaan Nilai ASRI Sejak Dini

Mendikdasmen: Sekolah Jadi Ruang Pembiasaan Nilai ASRI Sejak Dini Kredit Foto: Kemendikdasmen
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung  program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang baru saja dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Selain sebagai tempat belajar untuk mentransfer pengetahuan, sekolah dapat menjadi ruang pembiasaan untuk menerapkan nilai ASRI sejak dini.

Baca Juga: Kemen PPPA Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak Lewat Kerja Sama Internasional

“Sekolah yang aman dan nyaman juga harus menjadi sekolah yang asri. Lingkungan yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata akan mendukung suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik,” ujar Mendikdasmen, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, serta penciptaan ruang kelas yang nyaman dan tidak pengap merupakan bagian dari integrasi sekolah dengan semangat Indonesia yang ASRI. 

Penegasan tersebut disampaikan Mendikdasmen dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, yang diisi dengan penguatan nilai-nilai pendidikan dan karakter dalam pengajian akbar bersama sivitas pendidikan dan masyarakat.

“Sekolah yang aman adalah sekolah di mana anak-anak merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, dan tidak takut melakukan kesalahan. Keberanian intelektual ini penting agar rasa ingin tahu anak-anak tetap tumbuh dan difasilitasi,” ujar Mendikdasmen.

Ia menambahkan bahwa keamanan spiritual juga menjadi bagian penting dari pendidikan. Peserta didik perlu mendapatkan pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sekadar hafalan.

Selain itu, Mendikdasmen menaruh perhatian pada aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa perundungan masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan melalui pembangunan budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama.

Dalam kunjungan ke SMP–SMA Amanatul Ummah, Mendikdasmen mengapresiasi praktik pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan pendidikan pesantren. Ia menilai ikrar yang dibacakan secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam membangun disiplin dan tanggung jawab.

“Ikrar yang tadi dibacakan itu luar biasa dan sangat mendukung program kami, terutama terkait larangan merokok. Ini bisa menjadi contoh nasional, sekolah model tingkat nasional di mana ribuan peserta didiknya tidak ada satu pun yang merokok,” ungkap Mendikdasmen.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan dibangun melalui sistem yang dijalankan secara disiplin dan bertanggung jawab, serta peran guru sebagai teladan moral, pendamping, dan pembimbing bagi peserta didik.

Ia juga menegaskan ikrar sivitas akademika yang menekankan komitmen untuk menjadi insan yang beriman, bertakwa, berilmu, disiplin, bertanggung jawab, bersih, sopan, ramah, dan rapi sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mendikdasmen dan berharap kunjungan tersebut dapat memberikan pencerahan bagi pengembangan pendidikan di daerah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: