Jazuli Juwaini Tekankan Dai Mathla’ul Anwar Siap Terjun ke Pelosok Negeri Jaga NKRI
Kredit Foto: Istimewa
Organisasi kemasyarakatan Islam Mathla'ul Anwar (MA) kembali meneguhkan perannya sebagai organisasi dakwah dengan meluncurkan program sertifikasi 1.000 dai yang siap diterjunkan ke berbagai pelosok negeri.
Program ini merupakan ikhtiar strategis MA dalam memperkuat kualitas dan kapasitas dai agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus kebutuhan umat di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Kegiatan sertifikasi dai ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting MA, di antaranya Prof. Dr. Sibli Sardjaya selaku Ketua Majelis Fatwa, Ketua PB MA Bidang Dakwah Dr. KH. Hasani Ahmad Said serta tokoh-tokoh MA lainnya seperti KH. Zaenal Abidin Sujai, KH. Muhammad Zen, Ahmad Taufiq Rahman, Asep Rahmatullah, dan para pengurus serta peserta sertifikasi dai dari berbagai daerah. Hadir juga Kepala Kanwil Kementerian Agama Banten Dr. Amrullah.
Dalam kesempatan tersebut, Jazuli Juwaini, Anggota DPR RI Dapil Banten II, hadir sebagai pemateri utama dengan tema Dakwah dan Keindonesiaan. Ia menekankan pentingnya Mathla’ul Anwar sebagai organisasi dakwah untuk membekali para kadernya agar siap menjadi dai rahmatan lil ‘alamin bagi Indonesia.
"Dai Mathla’ul Anwar harus memiliki pemahaman kebangsaan yang utuh. Indonesia adalah negara majemuk dan sekaligus negara yang beragama. Karena itu, karakter dakwah yang kita emban harus teduh, sejuk, damai, menyatukan, serta mendorong kemajuan bangsa," kata Jazuli.
Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia ini menyoroti tantangan dakwah di era globalisasi, kemajuan teknologi, dan bonus demografi.
Menurutnya, perkembangan zaman tersebut harus ditangkap secara cerdas oleh para dai MA agar dakwah tetap relevan dengan kebutuhan umat dan generasi baru.
"Nilai-nilai Islam tidak boleh goyah, tetapi cara dan pendekatan dakwah harus terus beradaptasi dan berinovasi, sebagaimana perintah Allah SWT untuk berdakwah dengan penuh hikmah dan keteladanan, serta pesan Nabi SAW untuk berdakwah sesuai bahasa kaumnya dan kadar intelektualitasnya” ujarnya.
Program sertifikasi 1.000 dai ini menjadi bagian dari jalan pengabdian Mathla’ul Anwar sebagai salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia yang kini telah berusia 110 tahun.
Dengan penguatan kualitas dai dan dakwah yang inklusif, moderat, serta berorientasi pada kemaslahatan umat, MA optimistis dapat terus memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Dengan jalan dakwah inilah, insya Allah Mathla’ul Anwar akan semakin besar kontribusinya untuk umat, bangsa, dan negara,” pungkas Jazuli.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: