Legislator DPR Jazuli Juwaini Terpilih Jadi Ketum PB Mathla’ul Anwar Bawa Visi MA Naik Level
Kredit Foto: Ist
Anggota DPR RI Jazuli Juwaini secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar (MA) periode 2026–2031. Keputusan tersebut ditetapkan melalui proses pemilihan dalam Muktamar MA XXI yang diselenggarakan di Kota Serang, Banten, pada April 2026.
Dalam menakhodai organisasi Islam tersebut, Jazuli akan didampingi oleh KH. Embay Mulya Syarif yang didapuk menempati posisi Ketua Majelis Amanah PB MA.
Usai dikukuhkan, Jazuli langsung menggaungkan visi transformasi bertajuk “MA Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh”.
Visi ini dirancang untuk membawa Mathla’ul Anwar tidak hanya kuat secara historis, tetapi juga lebih relevan dan memiliki pengaruh strategis di tingkat nasional hingga global.
Dalam pidato sambutannya, ia mengingatkan seluruh kader bahwa Mathla’ul Anwar murni merupakan rumah pengabdian, bukan alat untuk mencari keuntungan pribadi.
“Mathla’ul Anwar harus kita besarkan bersama. Jangan mencari hidup dari MA, tetapi mari kita hidup untuk MA. Jauhkan kepentingan pribadi, kokohkan pengabdian untuk memajukan pendidikan, dakwah, dan sosial,” tegas Jazuli.
Ia juga menggarisbawahi bahwa lompatan besar organisasi hanya bisa terwujud jika ditopang oleh persatuan, kekompakan, dan soliditas internal seluruh elemen di Mathla’ul Anwar.
Untuk merealisasikan visi "MA Naik Level", Jazuli telah menetapkan tujuh fokus transformasi strategis yang akan dijalankan pada masa kepemimpinannya:
- Penguatan Peran Nasional dan Global: Menjadikan MA sebagai kekuatan nasional dan mitra strategis negara yang mampu memengaruhi kebijakan publik, serta aktif berekspansi dalam jejaring diplomasi internasional.
- Transformasi Pendidikan: Memodernisasi lembaga pendidikan MA agar lebih unggul, adaptif terhadap kemajuan zaman, dan terintegrasi dengan sistem global untuk mencetak generasi berdaya saing tinggi.
- Akselerasi Kaderisasi: Mendorong kader MA untuk mengisi posisi-posisi strategis di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, politik, dan dunia profesional.
- Modernisasi Dakwah: Mengemas dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah agar lebih adaptif dan kontekstual dengan memanfaatkan teknologi digital demi jangkauan yang lebih luas.
- Ekspansi Peran Sosial: Memperluas program-program pelayanan masyarakat yang berdampak langsung di sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.
- Kolaborasi Ekosistem: Memperkuat kerja sama lintas sektor dengan perguruan tinggi, industri, pemerintah, hingga lembaga internasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
- Diplomasi Islam Moderat: Mengedepankan nilai-nilai Islam wasathiyah untuk memposisikan MA sebagai kekuatan moderat yang membawa pesan damai dan inklusif di mata dunia.
Sebagai penutup, Jazuli meyakini bahwa target-target tersebut bisa dicapai dengan kerja keras secara kolektif.
“MA Naik Level adalah gerakan bersama. Ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan untuk bersatu, bertransformasi, dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement