Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SBM ITB Luncurkan Thought Leadership Global, Tegaskan DNA Inovasi dan Entrepreneurial Business di Usia 22 Tahun

SBM ITB Luncurkan Thought Leadership Global, Tegaskan DNA Inovasi dan Entrepreneurial Business di Usia 22 Tahun Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) resmi meluncurkan visi Thought Leadership terbarunya dalam sebuah paparan strategis di Kampus ITB Bandung. 

Agenda ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan langkah reflektif dan progresif untuk mendefinisikan ulang posisi SBM ITB sebagai pemimpin pemikiran (thought leader) di tingkat global, sejalan dengan mandat akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB).

Peluncuran ini menjadi salah satu agenda kunci dalam rangkaian Dies Natalis ke-22 SBM ITB, yang menandai perjalanan dua dekade lebih SBM ITB dalam membangun pendidikan bisnis berbasis inovasi, kepemimpinan, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Koordinator Thought Leadership SBM ITB, Dedy Sushandoyo, Ph.D., menegaskan bahwa konsep kepemimpinan pemikiran harus dimulai dari keberanian untuk bercermin dan mempertanyakan identitas institusi secara jujur.

“Kita harus mempertanyakan kembali: apakah SBM benar-benar seorang pemimpin? Di bidang apa? Siapa yang menganggap kita pemimpin? Dan apakah nilai yang kita tawarkan sungguh relevan dan berharga bagi para pemangku kepentingan?” ujar Dedy, Rabu (11/2/2026)

Menurutnya, kerangka AACSB tidak seharusnya dipandang sebagai beban administratif, melainkan alat harnessing untuk memperkuat dan menonjolkan potensi unik yang telah lama dibangun SBM ITB. Thought Leadership menjadi cermin strategis agar SBM tampil lebih prominent dan memiliki diferensiasi yang jelas di panggung internasional.

Keunggulan Kompetitif Berbasis DNA Inovasi

Dalam paparannya, Dedy menggarisbawahi bahwa keberlangsungan sebuah institusi sangat ditentukan oleh competitive advantage. Bagi SBM ITB, keunggulan tersebut berakar pada misi utama: mendidik pemimpin inovatif, menanamkan entrepreneurial mindset, serta memastikan diseminasi ilmu pengetahuan yang berdampak luas.

“SBM lahir dengan DNA inovasi. Kita pionir dalam banyak hal, mulai dari program bisnis berbahasa Inggris pertama hingga sekolah bisnis pertama di Indonesia di luar fakultas ekonomi tradisional. AACSB mengingatkan kita untuk memperkuat warisan inovasi tersebut,” tambahnya.

Salah satu pilar utama Thought Leadership SBM ITB adalah kekuatan intelektualitas berbasis riset kontekstual. Riset tidak lagi sekadar mengulang teori Barat, melainkan harus menjawab persoalan riil bisnis dan masyarakat Indonesia agar relevan secara global.

Sebagai fokus utama, SBM ITB memperkenalkan konsep “Entrepreneurial Business", sebuah pendekatan yang menempatkan semangat kewirausahaan sebagai karakter utama dalam setiap aktivitas organisasi. Pendekatan ini menuntut keberanian menghadirkan kebaruan, kejelian melihat peluang, serta komitmen agar inovasi memberi manfaat ekonomi dan sosial secara bersamaan.

Dies Natalis ke-22: Pendidikan Bisnis yang Berdampak

Peluncuran Thought Leadership ini terintegrasi dengan perayaan Dies Natalis ke-22 SBM ITB, yang juga diisi dengan Societal Impact Forum dan penganugerahan Avirama Nawasena Award (AAN) 2026. Acara ini menjadi momentum penguatan peran pendidikan bisnis dalam mendorong ekonomi berkelanjutan melalui inovasi, kolaborasi multidisiplin, dan praktik ESG (Environmental, Social, and Governance).

Dekan SBM ITB, Aurik Gustomo, menegaskan bahwa SBM ITB tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata.

“SBM ITB tidak hanya berbicara tentang menghasilkan lulusan. Kami harus memberi kontribusi nyata di level nasional dan internasional. Dalam lima tahun ke depan, riset dan inovasi SBM harus semakin impactful,” ujarnya.

SBM ITB juga terus memperluas kolaborasi lintas disiplin, mulai dari integrasi program dengan SAPPK ITB, Sekolah Farmasi melalui konsentrasi MBA Healthcare, hingga penjajakan kerja sama global seperti pengembangan aviation business bersama Airbus. Seluruh inisiatif tersebut diarahkan untuk mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth.

Baca Juga: Bluebird Perluas Layanan Taksi Listrik di Bandung, Siap Tangkap Peluang Mobilitas Ramadan dan Lebaran

ESG, Kepemimpinan, dan Teladan Nyata

Puncak Dies Natalis ditandai dengan penganugerahan Lifetime Achievement Award Avirama Nawasena kepada Dr. (H.C.) Ignasius Jonan, S.E., M.A. atas kepemimpinan transformatifnya di PT Kereta Api Indonesia (Persero). 

Dalam wisdom speech-nya, Jonan menekankan esensi kepemimpinan yang autentik dan berlandaskan keteladanan.

“Memimpin itu caranya cuma satu: leading by example,” tegas Jonan.

Selain itu, SBM ITB juga memberikan penghargaan kepada korporasi, UMKM, dan individu yang konsisten menerapkan praktik ESG, serta menampilkan Pameran Societal Impact yang menghadirkan startup dan UMKM binaan, sebagai bukti nyata integrasi riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.

Menutup rangkaian agenda, SBM ITB mengajak seluruh sivitas akademika dan mitra untuk berkomitmen pada strategi lima tahun ke depan melalui tiga tahapan utama: riset yang mendalam, diseminasi yang efektif ke mahasiswa dan industri, serta pengukuran dampak yang akurat.

Dengan peluncuran Thought Leadership “Entrepreneurial Business”, SBM ITB menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan bisnis yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan, berdaya saing global, dan berkontribusi nyata bagi masa depan ekonomi berkelanjutan Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: