Kredit Foto: Youtube Perekonomian RI
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan Danantara tengah menjalani proses pemeringkatan kredit oleh lembaga pemeringkat global Moody’s dan Standard & Poor’s. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat kredibilitas dan memperluas akses pembiayaan global.
Ia menjelaskan, saat ini Danantara telah mengantongi peringkat BBB (stabil) dari Pefindo dan Fitch Ratings, setara dengan peringkat kredit Pemerintah Indonesia. Proses pemeringkatan oleh Moody’s dan S&P diharapkan melengkapi pengakuan internasional atas profil risiko dan tata kelola Danantara.
“Kami sudah dirating oleh Pefindo dan Fitch Ratings, dan rating kami sama dengan rating pemerintah Indonesia atau BBB stabil. Kami juga sedang dalam proses mendapatkan rating dari Moody’s dan S&P,” ujar Rosan, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurut Rosan, pemeringkatan internasional tersebut menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor global, terutama dalam penggalangan pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek strategis nasional. Ia menegaskan, proses pemeringkatan dilakukan seiring penguatan tata kelola dan struktur manajemen risiko Danantara.
Baca Juga: Prabowo Tuntut Rosan Cetak Untung 7% Dari Hasil Investasi Danantara
“Ini memberikan lebih banyak kepercayaan bahwa Danantara memiliki risiko yang sangat terukur dan terstruktur,” katanya.
Dalam forum yang sama, Rosan memaparkan Danantara telah mengamankan komitmen pembiayaan dari sejumlah mitra global, baik dalam bentuk investasi langsung maupun fasilitas pendanaan. Komitmen tersebut, menurut dia, menuntut standar tata kelola dan transparansi yang sejalan dengan persyaratan lembaga pemeringkat internasional.
Baca Juga: Danantara Bidik 14 Proyek Hilirisasi Baru, Investasi Total Tembus Rp436,8 triliun
Rosan menyampaikan, dengan dukungan pemeringkatan global, Danantara akan lebih leluasa mengoptimalkan perannya sebagai kendaraan investasi strategis nasional. Fokus investasi diarahkan pada proyek hilirisasi, transisi energi, dan sektor bernilai tambah tinggi, sejalan dengan target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam jangka menengah.
Ia menambahkan, proses pemeringkatan oleh Moody’s dan S&P juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Danantara untuk menurunkan biaya pendanaan dan memperluas basis investor institusional global.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas investasi Danantara dijalankan dengan good governance, transparansi, akuntabilitas, dan integritas,” ujar Rosan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: