Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apa Itu Teknologi XPILOT di Xpeng P7? Revolusi Software-Defined Vehicle di Indonesia

Apa Itu Teknologi XPILOT di Xpeng P7? Revolusi Software-Defined Vehicle di Indonesia Kredit Foto: XPeng P7
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kehadiran XPeng P7 di IIMS 2026 menyorot bagaimana mobil listrik kini tidak hanya berbicara jarak tempuh, tetapi juga kecerdasan perangkat lunak.

XPeng memposisikan P7 sebagai AI-defined vehicle yang kemampuan utamanya dibangun di atas sistem bantuan pengemudi pintar dan pembaruan perangkat lunak jarak jauh.

Sorotan utama sedan listrik ini adalah paket Advanced Driver Assistance System bernama XPILOT yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

XPILOT mengandalkan kombinasi kamera resolusi tinggi, radar, dan sensor ultrasonik untuk membaca kondisi sekitar kendaraan secara real time.

Sistem ini mendukung fitur seperti adaptive cruise control, lane centering, automatic lane change, dan pengereman darurat otomatis.

Dalam skenario jalan tol, teknologi tersebut membantu menjaga jarak aman, posisi lajur stabil, dan respons cepat terhadap kendaraan di depan.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana perangkat lunak menjadi komponen inti dalam evolusi kendaraan listrik modern.

Selain XPILOT, kekuatan lain XPeng P7 terletak pada sistem over-the-air update atau OTA.

Baca Juga: Mengapa Changan Deepal S07 Layak Dipertimbangkan di 2026? Siap Bersaing dengan BYD dan Xpeng

Melalui OTA, pemilik kendaraan dapat menerima peningkatan fitur, perbaikan sistem, dan optimasi performa tanpa harus datang ke bengkel.

Pembaruan ini dapat mencakup penyempurnaan algoritma bantuan mengemudi, peningkatan antarmuka layar, hingga manajemen energi baterai.

Model seperti ini membuat mobil berkembang seiring waktu karena perangkat lunaknya terus diperbarui.

Secara teknis, XPeng P7 dikenal memiliki paket baterai berkapasitas besar yang pada beberapa varian global mampu menembus jarak tempuh lebih dari 500 km berdasarkan standar pengujian Tiongkok.

Motor listriknya juga menawarkan tenaga tinggi yang memungkinkan akselerasi cepat khas sedan listrik performa.

Interiornya menonjolkan layar digital lebar, sistem konektivitas cerdas, dan integrasi aplikasi yang mendukung ekosistem digital pengemudi.

Pendekatan berbasis perangkat lunak ini memperlihatkan arah industri otomotif yang makin menyerupai dunia teknologi konsumen.

Bagi pasar Indonesia, kehadiran model seperti XPeng P7 di pameran otomotif memberi gambaran bagaimana masa depan mobil listrik akan semakin dipengaruhi kecerdasan buatan dan software ecosystem.

Alih-alih sekadar alat transportasi, mobil listrik generasi baru diposisikan sebagai perangkat bergerak yang terus berevolusi lewat data dan pembaruan digital.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: