Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Kuliner Makin Ramai, Gudeg Mercon Bu Prih Buka Outlet ke-5 di Serpong

Industri Kuliner Makin Ramai, Gudeg Mercon Bu Prih Buka Outlet ke-5 di Serpong Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Industri kuliner nasional terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia pada 2023 mencapai 4,85 juta unit.

Angka tersebut meningkat sekitar 21,13 persen dibandingkan tahun 2016 yang tercatat sebanyak 4,01 juta usaha. Pada 2024, jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman kembali bertambah menjadi 5,28 juta unit dan di pertengahan tahun 2025 diperkirakan mencapai 65 juta unit.

Pada data 2024, sekitar 24,75 persen merupakan usaha restoran dan rumah makan, 14,55 persen usaha penyediaan makanan dan minuman keliling, serta 3,48 persen usaha jasa boga. Sektor ini juga menyerap tenaga kerja hingga 9,80 juta orang pada 2023, naik 20,48 persen dibandingkan 8,13 juta pekerja pada 2016.

Di tengah pertumbuhan tersebut, pelaku usaha kuliner daerah turut memperluas jangkauan pasar. Salah satunya adalah Gudeg Mercon Bu Prih yang membuka outlet cabang ke-5 di kawasan Hompton Square – Gourmet Market, Unit MP09 dan Unit 11, Gading Serpong Boulevard, Tangerang.

Gudeg Mercon Bu Prih dikenal dengan cita rasa autentik perpaduan manis khas gudeg dan sensasi pedas “mercon”. Brand kuliner asal Yogyakarta ini mengusung konsep heritage dengan sajian khas Yogyakarta serta ragam kuliner Jawa lainnya, khususnya dari Jawa Tengah.

Pembukaan outlet di Tangerang ditujukan untuk memperkenalkan pengalaman kuliner khas Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam konsep yang lebih modern tanpa menghilangkan keotentikan rasa. Kehadiran gerai ini juga diharapkan menjadi destinasi kuliner bernuansa budaya di kawasan Gading Serpong.

“Ini merupakan outlet kami yang ke-5 dengan mengusung konsep heritage atau warisan budaya kuliner khas Yogyakarta. Dan alhamdulillah gudeg mercon kami sudah dikenal di semua segmentasi pasar, termasuk Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya,” ujar Bu Prih saat ditemui di sela peluncuran outlet di Serpong, Jumat (13/2).

Baca Juga: Industri Kopi Terus Menggeliat, Kini Ada Inovasi Penyajian Cepat 'Draft Coffee'

Menurutnya, perbedaan gudeg mercon dengan gudeg pada umumnya terletak pada oseng mercon, khususnya tempe kikil mercon dengan tingkat kepedasan tinggi. Meski demikian, pelanggan dapat menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai selera. “Sebagian besar pelanggan memang menyukai sensasi pedasnya. Bahkan ada yang meminta level pedas ditambah dengan sambal bawang,” katanya.

Di tengah maraknya makanan cepat saji di pusat perbelanjaan, Bu Prih menilai hal tersebut bukan menjadi persaingan yang berat. Selain gudeg mercon, gerai ini juga menawarkan menu khas Jawa lainnya seperti mangut lele, bakmi Jawa, pecel, tengkleng gajah, hingga sate klatak yang menjadi best seller. Layanan pembelian juga tersedia melalui WhatsApp dan aplikasi ojek daring.

Ke depan, Gudeg Mercon Bu Prih berencana membuka cabang di sejumlah kota di wilayah Jabodetabek. Saat ini, manajemen masih mencari lokasi strategis untuk mendukung ekspansi usaha agar semakin dikenal di Jakarta dan sekitarnya.

Gudeg Mercon Bu Prih sendiri berdiri sejak 2016 di Yogyakarta, tepatnya di kawasan Babadan Bantul, Jalan Magelang, serta dekat Kebun Binatang Gembiraloka, sebelum akhirnya memperluas jaringan ke berbagai wilayah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: