Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BUMI Sepekan ke Depan, Masih Lanjut Reli?

BUMI Sepekan ke Depan, Masih Lanjut Reli? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sorotan utama pasar saham nasional dan diperkirakan masih akan aktif diperdagangkan dalam sepekan ke depan, menyusul lonjakan tajam volume dan harga saham sepanjang pekan lalu.

BUMI pekan lalu tampil sebagai saham teraktif dengan volume transaksi mencapai 50,27 Miliar. Dari sisi nilai, transaksi saham ini menembus Rp13,32 Triliun. Kinerja tersebut sejalan dengan pergerakan harga sahamnya yang daam sepekan melesat 29,2% ke Rp292. Ia menjadi salah satu penyumbang terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Baca Juga: Samuel Sekuritas Bicara Soal 'Saham Gorengan', Ini Pola yang Harus Diwaspadai Investor

Menariknya, Bumi Resources mengalami reli saat terjadiaksi jual bersih asing sebesar Rp1,97 Triliun. Kondisi ini menunjukkan kuatnya peran investor domestik dalam menopang harga, sekaligus menandakan potensi volatilitas tinggi dalam jangka pendek.

Penguatan harga sahamnya juga dipandang sebagai fase pemulihan setelah tekanan tajam akibat peringatan dari MSCI. Dalam sepekan ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati keberlanjutan pemulihan ini atau justru terjadi fase konsolidasi setelah kenaikan cepat.

Aksi Korporasi Jadi Perhatian Pasar

Dari sisi fundamental dan sentimen, rencana pendanaan perseroan masih akan menjadi katalis utama. BUMI melanjutkan aksi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan I. Ia memiliki target menghimpun dana hingga Rp5 triliun.

Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan obligasi:

  • Tahap I: Rp350 miliar

  • Tahap II: Rp721,61 miliar

  • Tahap III: Rp780 miliar (2025)

BUMI kini bersiap menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp612,75 miliar, dengan kupon tetap 7,25% per tahun dan tenor tiga tahun. Obligasi ini menggunakan skema bullet payment dengan pembayaran bunga setiap tiga bulan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: