- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Tujuh Emiten Antre IPO Tapi Tak Satu Pun Melantai, Regulasi Jadi Penentu
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Berdasarkan data BEI, mayoritas perusahaan dalam antrean IPO merupakan emiten dengan aset skala besar. Rinciannya, lima perusahaan dengan aset di atas Rp250 miliar, satu perusahaan aset skala menengah dengan aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta satu perusahaan aset skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.
Sebelumnya, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa minimnya aktivitas IPO pada awal 2026 bukan disebabkan oleh kebijakan free float minimum sebesar 15 persen.
Menurut Jeffrey, kondisi tersebut lebih dipengaruhi faktor teknis, khususnya proses audit laporan keuangan calon emiten.
“Terkait dengan IPO, mungkin itu lebih teknis karena umumnya calon perusahaan tercatat akan menggunakan pembukuan bulan September atau nanti bulan Desember,” ujar Jeffrey di BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: IPO Seret Awal Tahun, BEI Ungkap Penyebabnya
Saat ini, sebagian besar calon emiten dalam pipeline masih menunggu penyelesaian audit laporan keuangan tahun penuh. Perusahaan yang menggunakan basis buku Desember, lanjut Jeffrey, harus memastikan seluruh proses audit rampung sebelum melanjutkan tahapan IPO di pasar perdana.
“Sehingga kalau yang akan menggunakan buku Desember tentu menunggu sampai buku Desember selesai diaudit,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: