- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Tujuh Emiten Antre IPO Tapi Tak Satu Pun Melantai, Regulasi Jadi Penentu
Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam antrean (pipeline) pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga pertengahan Januari 2026. Dari total tujuh perusahaan tersebut, belum ada satu pun yang melantai di bursa hingga saat ini.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai belum adanya realisasi IPO mencerminkan sikap kehati-hatian (prudent) dari para calon emiten.
Menurut Nafan, keputusan tersebut terutama dipengaruhi oleh dinamika regulasi baru yang tengah disiapkan oleh BEI, serta implikasinya terhadap ketentuan free float dan likuiditas saham.
“Calon emiten ini bersikap prudent, masih bersikap prudent terkait dengan penerapan regulasi baru ke depannya oleh Bursa Efek Indonesia serta implikasinya,” ujar Nafan saat dihubungi Warta Ekonomi, Senin (16/2/2026).
Dalam kondisi ketidakpastian regulasi, kata dia, emiten cenderung memilih menunggu hingga aturan baru benar-benar final agar terdapat kepastian hukum dan kepastian mekanisme pasar. Hal ini dinilai krusial, terutama terkait ketentuan free float minimum, pengawasan pasca-IPO, peningkatan transparansi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Baca Juga: Rumor IPO Hong Kong Buat Saham MSIN Ngegas 62%, Manajemen Angkat Bicara
Selain faktor domestik, Nafan menambahkan bahwa kebijakan interim freeze dari MSCI terhadap indeks saham Indonesia turut menjadi pertimbangan. Kebijakan tersebut menyoroti aspek likuiditas dan ketersediaan saham beredar di publik (free float), yang menjadi indikator penting dalam penilaian investor global.
“Jadi harus ada kepastian. Regulasi harus tercipta supaya ada kepastian dalam IPO. Harus ada peraturan yang final,” tegasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: