Kredit Foto: BPMI Setpres
Bahkan, ia juga menyoroti soal realokasi anggaran yang justru terjadi pada transfer ke daerah, pendidikan, dan perlindungan sosial. Menurutnya, pergeseran anggaran tersebut tidak mencerminkan refocusing untuk memperkuat program sosial progresif.
“Jadi ini hanya digeser saja, kita tidak melakukan refocusing terkait dengan peningkatan program-program sosial progresif yang itu seharusnya diutamakan,” katanya.
Ia juga memaparkan, kondisi ketenagakerjaan nasional yang dinilai masih memprihatinkan, khususnya terkait tingkat upah dan jam kerja.
“Per hari ini ada 120 juta pekerja yang mendapatkan upah di bawah UMP. Dan ada sekitar 25 juta pekerja yang kondisinya bekerja lebih dari 48 jam,” ujarnya.
Baca Juga: Anggaran MBG Capai Rp135 Triliun, Kepala BGN Ungkap SPPG Dapat Rp1 Miliar Per Bulan
Sebelumnya, dalam gelaran Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dalam satu tahun pemerintahannya, negara berhasil menghemat anggaran lebih dari Rp300 triliun.
“Dalam kebijakan fiskal, saya sudah buktikan bahwa kita bisa melaksanakan efisiensi, penghematan yang sangat besar. Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar, Rp300 triliun lebih penghematan kita,” ujarnya
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman