- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Peta Perdagangan Sawit Global Bakal Berubah Jika Trump Beri Pengecualian Tarif CPO
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
“Sesungguhnya Indonesia dan AS sama-sama diuntungkan karena AS akan menerima harga CPO atau produk turunannya lebih murah akibat tarif nol persen dan hilangnya rantai pemasaran yang lebih panjang,” jelas Gulat.
Di sisi lain, Gulat menilai penundaan implementasi mandatori biodiesel B50 sebagai langkah yang realistis. Jika kebijakan B50 tetap dipaksakan, produksi CPO nasional dikhawatirkan akan terserap untuk kebutuhan domestik, sehingga peluang ekspor yang terbuka melalui kebijakan tarif nol persen menjadi tidak optimal.
“Seharusnya B50 dan kebijakan Donald Trump bisa dimanfaatkan Indonesia secara bersamaan. Namun, kita harus memilih karena keterbatasan produksi CPO dalam negeri, dengan berbagai persoalan yang dihadapi baik petani sawit maupun korporasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai bahwa apabila kebijakan pengecualian tarif tersebut benar-benar terealisasi dalam kerangka kebijakan dagang Amerika Serikat, dampaknya akan bersifat konstruktif bagi industri sawit domestik.
Baca Juga: CPO Dikecualikan dari Tarif AS, Sentimen Saham Emiten Sawit Menguat
Secara psikologis, pasar diperkirakan merespons kebijakan tersebut melalui penguatan harga saham berbasis sawit. Sejumlah emiten bahkan telah mencatatkan apresiasi harga saham dalam beberapa waktu terakhir.
Saham-saham seperti PT Eagle High Plantations Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, PT Dharma Satya Nusantara Tbk, PT Triputra Agro Persada Tbk, serta PT Sumber Tani Agung Resources Tbk dinilai berpotensi memperoleh sentimen positif.
“Kalau secara sentimen, saham-saham terkait seharusnya bisa mendapatkan katalis positif,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri