Pemerintah Dinilai Abai Terhadap Peringatan Ekonom, Baru Respons Setelah Sorotan MSCI & Moody's
Kredit Foto: Dok. BPMI
Sebelumnya, Moody’s Ratings resmi mengubah outlook peringkat kredit Pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif, dengan sorotan utama pada menurunnya kepastian dan konsistensi kebijakan yang dinilai berisiko melemahkan efektivitas kebijakan serta kredibilitas institusional pemerintah. Meski demikian, peringkat kredit Indonesia tetap dipertahankan pada level Baa2 (investment grade).
Dalam penilaiannya, Moody’s mencatat melemahnya koherensi proses pengambilan kebijakan dan efektivitas komunikasi pemerintah sepanjang setahun terakhir. Kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya volatilitas pasar saham dan nilai tukar, serta penurunan skor Indonesia pada sejumlah indikator global terkait efektivitas pemerintah dan kualitas regulasi.
Moody’s menilai pelemahan tersebut berpotensi mencerminkan penurunan kekuatan institusional dibandingkan dengan asumsi sebelumnya.
Baca Juga: Hashim Sebut Gonjang-Ganjing Pasar Usai MSCI Hantam Investor Ritel
Lembaga pemeringkat itu juga menyoroti arah kebijakan fiskal yang semakin bertumpu pada belanja publik untuk mendorong pertumbuhan, di tengah basis penerimaan negara yang dinilai masih lemah. Menurut Moody’s, strategi tersebut meningkatkan risiko defisit fiskal yang lebih lebar apabila tidak disertai reformasi penerimaan yang kredibel dan berkelanjutan.
Selain itu, pembentukan dana kekayaan negara Danantara turut menjadi perhatian. Dengan kewenangan atas aset badan usaha milik negara (BUMN) dalam skala besar, ketidakjelasan terkait tata kelola, prioritas investasi, serta koordinasi kebijakan dinilai berpotensi menambah ketidakpastian dan memunculkan risiko kewajiban kontinjensi bagi negara, terutama melalui tekanan terhadap kebijakan dividen dan kesehatan keuangan BUMN.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri