Kredit Foto: Istimewa
Rusia juga menurutnya sengaja mengulur waktu dalam upaya perdamaian yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Hal ini menyusul sejumlah manuver dari rivalnya itu, salah satunya adalah penggantian negosiator dari Moskow.
Baca Juga: PBB Soroti Amerika Serikat (AS), Kasus Jeffrey Epstein Bisa Jadi Kejahatan Kemanusiaan
Selain faktor geopolitik, investor juga akan mencermati laporan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA). Laporan keduanya dapat memberikan gambaran lanjutan mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan minyak global.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Tunjukkan Bukti China Diam-diam Lakukan Pengembangan Senjata Nuklir
Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dalam dua kawasan strategis sekaligus, pasar minyak dinilai kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga, membuka peluang volatilitas tetap tinggi dalam waktu dekat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar