Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daftar Saham Korporasi AI 2026 yang Paling Dilirik Investor

Daftar Saham Korporasi AI 2026 yang Paling Dilirik Investor Kredit Foto: Cloudera

2. Saham Berbasis AI di Indonesia

Tren global AI juga mempengaruhi pasar saham di Indonesia meski belum sebesar pasar global. Sejumlah emiten teknologi dan sektor terkait juga mulai mengintegrasikan AI dalam operasional maupun layanan bisnis.

Di antaranya adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang memperkuat layanan digital dan media dengan integrasi AI guna meningkatkan pelayanan pengguna. Selanjutnya PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melalui kerja sama dengan mitra teknologi untuk memanfaatkan AI dalam penelitian dan pengembangan obat. 

Kemudian perusahaan data center dan e-commerce yang mulai mengadopsi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan pelanggan. 

3. Emiten Teknologi dengan Ekspansi AI

Terdapat sejumlah emiten teknologi di Indonesia yang mulai ekspansi ke bidang AI untuk memperkuat bisnis dan menarik minat investor. 

Sejumlah emiten tersebut, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), perusahaan farmasi seperti PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), emiten data center dan e-commerce, serta fintech dan cloud computing yang menggunakan AI untuk analisis risiko, keamanan transaksi, dan optimalisasi layanan berbasis cloud.

Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Saham AI

1. Fundamental dan Pertumbuhan Revenue

Investor perlu untuk menilai fundamental perusahaan sebelum membeli saham berbasis AI. Pasalnya tidak semua perusahaan yang mengklaim menggunakan AI dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan melalui teknologi yang digunakan.

Biasanya, prusahaan dengan integrasi AI yang kuat menunjukkan pertumbuhan revenue konsisten dari produk atau layanan berbasis AI, model bisnis yang jelas bukan sekadar mengikuti tren yang ada, serta laporan keuntungan yang sehat dengan margin keuntungan uang meningkat berkat efisiensi AI.

2. Risiko Valuasi Tinggi

Sektor ini sering mengalami lonjakan valuasi karena hype dan ekspektasi pasar yang mengakibatkan saham bisa terlalu mahal (overvalued) dan berisiko bubble, di mana harga naik cepat, lalu merosot. Sehingga investor perlu membandingkan valuasi dengan fundamental agar tidak terjebak pada euforia pasar.

Baca Juga: Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ungkap Alasan Rights Issue 50 Miliar Saham

3. Kompetisi dan Disrupsi Teknologi

AI merupakan sektor yang kompetitif dan cepat berubah. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan yaitu kompetisi ketat antara perusahaan besar seperti NVIDIA, Microsoft, dan Google bersaing dengan banyak startup inovatif.

Selanjutnya disrupsi teknologi di mana inovasi baru mengubah cara industri beroperasi dan bagaimana masyarakat beraktivitas atau sederhananya membuat model bisnis lama cepat usang. 

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Bagikan Artikel: