Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daftar Saham Korporasi AI 2026 yang Paling Dilirik Investor

Daftar Saham Korporasi AI 2026 yang Paling Dilirik Investor Kredit Foto: Cloudera

- Bukalapak (BUKA)

Merupakan sektor e-commerce dan digital marketplace dengan fokus ekepansi AI untuk rekomendasi produk, personalisasi pengalaman belanja, dan optimasi logistik.

- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO)

Merupakan sektor ride-hailing, e-commerce, fintech dengan fokus ekspansi AI pada ayanan transportasi (optimasi rute), rekomendasi produk Tokopedia, serta analitik data di GoPay.

- Bank Central Asia (BBCA)

Merupakan sektor perbankan dan fintech dengan ekspansi AI untuk layanan digital banking, fraud detection, dan analitik nasabah.

- XL Axiata (EXCL)

Merupakan sektor telekomunikasi dengan fokus ekspansi AI pada optimasi jaringan, layanan pelanggan, dan big data.

Sedangkan untuk emiten global di luar big name (daftar perusahaan di saham AI Global) adalah:

- Intel (INTC)

Berfokus pada Chip AI, akuisisi startup AI. Perusahaan ini berusaha mengejar ketertinggalan dengan investasi besar di AI hardware, termasuk prosesor khusus untuk machine learning.

- IBM (IBM)

Berfokus pada Watson AI, solusi enterprise. Perusahaan ini berfokus pada AI untuk bisnis, kesehatan, dan layanan keuangan, dengan reputasi kuat di enterprise solutions.

- Baidu (BIDU)

Berfokus pada AI search engine, cloud, autonomous driving. Perusahaan ini merupakan pemain besar AI di Tiongkok dengan ekosistem teknologi luas, termasuk kendaraan otonom.

- Tencent (TCEHY)

Berfokus pada  AI gaming, cloud, fintech. Perusahaan ini mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem digital raksasa di Tiongkok, dari hiburan hingga layanan keuangan.

Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Saham AI

1. Fundamental dan Pertumbuhan Revenue

Investor perlu untuk menilai fundamental perusahaan sebelum membeli saham berbasis AI. Pasalnya tidak semua perusahaan yang mengklaim menggunakan AI dapat menghasilkan pendapatan berkelanjutan melalui teknologi yang digunakan.

Biasanya, prusahaan dengan integrasi AI yang kuat menunjukkan pertumbuhan revenue konsisten dari produk atau layanan berbasis AI, model bisnis yang jelas bukan sekadar mengikuti tren yang ada, serta laporan keuntungan yang sehat dengan margin keuntungan uang meningkat berkat efisiensi AI.

2. Risiko Valuasi Tinggi

Sektor ini sering mengalami lonjakan valuasi karena hype dan ekspektasi pasar yang mengakibatkan saham bisa terlalu mahal (overvalued) dan berisiko bubble, di mana harga naik cepat, lalu merosot. Sehingga investor perlu membandingkan valuasi dengan fundamental agar tidak terjebak pada euforia pasar.

Baca Juga: Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Ungkap Alasan Rights Issue 50 Miliar Saham

3. Kompetisi dan Disrupsi Teknologi

AI merupakan sektor yang kompetitif dan cepat berubah. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan yaitu kompetisi ketat antara perusahaan besar seperti NVIDIA, Microsoft, dan Google bersaing dengan banyak startup inovatif.

Selanjutnya disrupsi teknologi di mana inovasi baru mengubah cara industri beroperasi dan bagaimana masyarakat beraktivitas atau sederhananya membuat model bisnis lama cepat usang. 

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement