Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Bekukan Perdagangan Saham HILL dan LUCY, Ini Alasannya

BEI Bekukan Perdagangan Saham HILL dan LUCY, Ini Alasannya Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan dua saham, yakni PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) pada Jumat, 20 Februari 2026. Kebijakan ini diambil menyusul pergerakan harga yang dinilai tidak wajar dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk saham HILL, suspensi dilakukan setelah terjadi tekanan harga yang signifikan secara kumulatif. Pada perdagangan Kamis (19/2), saham HILL ditutup merosot 14,71% ke level Rp58. Dalam sepekan, saham ini sudah terkoreksi 27,5%, bahkan ambles 63,98% dalam sebulan terakhir.

"Sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham HILL, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham HILL pada tanggal 20 Februari 2026," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.

Baca Juga: IHSG Rebound, Pagi Ini Jumat (20/2) Dibuka Bertenaga ke Level 8.300

Berbanding terbalik dengan HILL, saham LUCY disuspensi akibat lonjakan harga yang terlampau tajam. Pada perdagangan terakhir, LUCY ditutup menguat 9,57% ke Rp2.290. Secara mingguan saham ini telah naik 20,21%, dan melesat hingga 174,25% dalam sebulan.

Yulianto menegaskan, penghentian sementara ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. "Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya," ujar Yulianto.

Baca Juga: IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cermati Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa

Otoritas bursa juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk terus memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perseroan, guna memastikan keputusan investasi dilakukan secara rasional dan terukur di tengah volatilitas tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: