Kredit Foto: ThorCon Power
Sertifikasi tersebut menjadikan desain SMR NuScale sebagai salah satu yang pertama disetujui regulator nuklir Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, komunikasi dan studi awal antara PLN dan pihak Amerika Serikat telah berjalan.
"Di samping itu, juga kita membuka kerja sama untuk pengembangan small modular reactor nuklir, yang saat sekarang kita sudah (melakukan kajian)."
"PLN dan juga Amerika sudah ada kerja sama Memorandum of Understanding dan studi visibilitas, studi dengan NuScale," ujar Airlangga di AS, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: PLN Operasikan Transmisi dan GI Baru, PLTD di Aceh Selatan Susut Drastis
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Indonesia juga diminta meratifikasi Convention on Supplementary Compensation for Nuclear Damage (CSC).
Ratifikasi konvensi ini dinilai penting untuk memberikan kepastian skema tanggung jawab dan kompensasi atas potensi kerusakan nuklir, sekaligus mengurangi kekhawatiran industri Amerika Serikat dalam kerja sama teknologi nuklir dengan Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus