Kredit Foto: Uswah Hasanah
Meski demikian, ia mengingatkan investor untuk mencermati fundamental emiten dan tidak hanya bereaksi terhadap sentimen jangka pendek.
“Jadi harus melihat prospek emiten-emiten tersebut ya. Jadi kalau misal prospek kinerja fundamental bisa lebih solid, ini semestinya bisa meningkatkan kepercayaan bagi para pelaku investor,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia yang memperoleh fasilitas bea masuk 0% dalam kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS.
Baca Juga: Bebas Bea Masuk! Indonesia Siap Kuasai 86 Persen Pasar Minyak Sawit Amerika Serikat
“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%,” kata Airlangga.
Produk yang tercakup meliputi komoditas pertanian hingga industri berteknologi tinggi. Fasilitas tersebut dinilai meningkatkan daya saing harga produk Indonesia di pasar AS dibandingkan periode sebelumnya.
Untuk sektor tekstil dan pakaian jadi, fasilitas diberikan melalui mekanisme TRQ. Skema ini memungkinkan penerapan tarif 0% dalam batas kuota tertentu yang disepakati kedua negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: