Kredit Foto: Pertamina
Dengan menambah porsi dari Amerika Serikat, Pertamina memiliki posisi tawar yang lebih kuat untuk mendapatkan harga terbaik di pasar global.
"Kita juga harus memperbanyak sumber, agar kita memastikan memperoleh harga yang paling kompetitif."
"Dengan demikian, tadi selain sumber dari Asia Tenggara, Middle East, dan juga dari Afrika, kita juga melihat peluang yang besar sumber dari Amerika Serikat," paparnya.
Salah satu komoditas yang bakal digenjot adalah LPG.
Baca Juga: Pasca Insiden Pesawat Kargo, Pertamina Patra Niaga Siapkan Armada Pengganti untuk Jaga Pasokan BBM
Simon memproyeksikan porsi impor LPG dari AS akan melonjak signifikan.
Jika sebelumnya berada di kisaran 57%, maka ke depan kemungkinan bisa meningkatkan di level 70%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: