Kredit Foto: Ist
CENAGO juga menganalisis perubahan tutupan lahan oleh sejumlah korporasi di wilayah kajian. Hasilnya menunjukkan kontribusi perubahan tutupan lahan relatif kecil dibandingkan faktor cuaca ekstrem.
Alih fungsi lahan oleh PT AR tercatat sekitar 1,6%, PT TBS 0,4%, dan PT NSHE 0,02% dari total luas DAS yang dianalisis.
“Jika secara kuantitatif kontribusi perubahan tutupan lahan yang dituduhkan relatif kecil, maka penetapan pertanggungjawaban mutlak (strict liability) terhadap pihak tertentu perlu ditinjau kembali demi objektivitas,” ujar Heri.
Kajian tersebut menggunakan citra satelit resolusi tinggi, data presipitasi dari BMKG dan NOAA, digital elevation model(DEM), pendefinisian DAS dan sub-DAS, serta parameter hidrologi–hidrolika standar.
Dalam simulasi banjir, CENAGO membandingkan berbagai skenario, termasuk kondisi seluruh DAS berhutan dan kondisi aktual dengan aktivitas tambang. Hasilnya menunjukkan kontribusi PT AR terhadap banjir hanya sekitar 0,32%, dengan penambahan runoff 0,71%.
Sementara itu, PT NSHE tercatat berkontribusi 0,05% dengan runoff 0,01%, dan PT TBS berkontribusi 1,7% dengan runoff sekitar 0,06%.
Dari sisi geomorfologi, akademisi ITB dari Kelompok Keahlian Geologi, Dr. Ahmad Imam Sadisun, menyampaikan bahwa longsor dipicu hujan ekstrem masif pada zona Toba Tuff dengan kemiringan sangat curam, terutama di hulu DAS Garoga dan kawasan hutan lindung. Ia menegaskan lokasi tambang PT AR berada di sub-DAS berbeda dan secara prinsip aliran tidak mungkin berkontribusi ke Desa Garoga.
Temuan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion bertajuk “Memahami Root Cause Banjir Sumatera 2025 untuk Rekonsiliasi Konklusi Berbasis Keilmuan” yang digelar di Jakarta pada 18 Februari 2026, dan dihadiri perwakilan kementerian, lembaga, serta organisasi profesi.
CENAGO menekankan pentingnya pemanfaatan data geospasial berketelitian tinggi dalam pengambilan keputusan kebencanaan.
“Masih ada pekerjaan rumah sangat besar, yaitu penggunaan data dan informasi, seperti data geoscience, bagi penelaahan dan pengambilan keputusan berbagai masalah,” ujar Heri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: