Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Umumkan APBN Tekor Rp54,6 triliun di Awal Tahun 2026

Purbaya Umumkan APBN Tekor Rp54,6 triliun di Awal Tahun 2026 Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp54,6 triliun atau setara 0,21% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 31 Januari 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp23 triliun.

Purbaya menyampaikan posisi defisit masih berada dalam batas perencanaan fiskal pemerintah. “Dengan dinamika yang signifikan, posisi defisit APBN hingga 31 Januari 2026 sebesar Rp54,6 triliun masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN tahun ini,” kata Purbaya, dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (23/2/2026). 

Selain defisit APBN, keseimbangan primer pada awal 2026 juga mencatatkan defisit sebesar Rp4,2 triliun atau sekitar 4,7% terhadap APBN. Keseimbangan primer mencerminkan selisih antara pendapatan negara dan belanja negara di luar pembayaran bunga utang.

Baca Juga: Strategi Purbaya Keluarkan RI dari Kutukan Ekonomi 5%

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp227,3 triliun atau setara 25,7% dari outlook APBN 2026. Realisasi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp180,8 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara hingga akhir Januari 2026 tercatat Rp172,7 triliun atau sekitar 9,5% dari target APBN 2026. Capaian ini juga lebih tinggi dibandingkan realisasi pendapatan negara pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp157,8 triliun.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Strategi di Balik Defisit Anggaran 2,92 Persen Tahun 2025

Purbaya menjelaskan, peningkatan pendapatan negara didorong oleh pertumbuhan penerimaan perpajakan. Hingga Januari 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh 30% menjadi Rp116,2 triliun.

Di luar pajak, penerimaan kepabeanan dan cukai juga menunjukkan peningkatan. Penerimaan dari sektor tersebut tumbuh 14% menjadi Rp22,6 triliun pada periode yang sama.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: