Kredit Foto: ThorCon Power
Hal ini dinilai serupa dengan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
"Kalau nuklir, dia harus gali terus kan."
"Persis kayak batu bara sebenarnya."
"Makanya kita tarik di situ dia bukan energi terbarukan, karena dia harus menggali untuk menghidupi si listriknya," jelasnya.
Selain masalah biaya dan jenis energi, Greenpeace menyoroti lemahnya transparansi dan tata kelola pemerintah dalam menangani unsur radioaktif.
Kasus yang terjadi di Perumahan Batan Indah Kecamatan Setu, Tangerang Selatan beberapa tahun lalu, disebut menjadi preseden buruk bagi rencana pembangunan skala besar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: