Kredit Foto: ThorCon Power
"Itu aja keteteran dan enggak transparan ke masyarakat."
"Itu satu contoh kecil ketidakmampuan pemerintah untuk mengelola nuklir di Indonesia," imbuh Bondan.
Alih-alih nuklir, Greenpeace mendesak pemerintah memaksimalkan potensi energi terbarukan yang melimpah, seperti matahari, angin, dan mikro hidro.
"Nuklir harusnya dikesampingkan dari pilihan energi terbarukan."
Baca Juga: Diam-diam Amerika Serikat (AS) Upayakan Perjanjian Nuklir Dengan Rusia dan China
"Kenapa enggak pakai itu dulu (angin dan surya) yang jelas-jelas sebenarnya sudah terbukti dan Indonesia bisa lakukan," Tanyanya.
Nuklir masuk Rencana Penambahan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 dengan porsi pengembanagan sebesar 2x250 megawatt (MW), di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: