Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indonesia Desak APEC Percepat Transformasi Digital dan Transisi Hijau

Indonesia Desak APEC Percepat Transformasi Digital dan Transisi Hijau Kredit Foto: Kemendag
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan kerja sama perdagangan digital dan transisi hijau dalam Pertemuan ke-32 Menteri Perdagangan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC Ministers Responsible for Trade (MRT) 2026 di Suzhou, Tiongkok, pada 22-23 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, Indonesia menilai transformasi digital dan ekonomi hijau dapat menjadi sumber pertumbuhan baru perdagangan dan investasi kawasan Asia-Pasifik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Roro mengatakan teknologi digital, termasuk artificial intelligence (AI), berpotensi meningkatkan efisiensi perdagangan lintas batas sekaligus memperkuat ekonomi digital kawasan.

“Transformasi digital dan transisi hijau perlu didukung melalui kerja sama yang inklusif dan berorientasi pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh negara berkembang dan UMKM,” ujar Roro dalam keterangannya.

Dalam pertemuan tersebut, para anggota APEC turut membahas pemanfaatan AI untuk perdagangan dan rantai pasok, termasuk aspek keamanan, keandalan, pengembangan kapasitas, serta pertukaran pengalaman terkait regulasi AI.

Indonesia juga mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui hilirisasi industri, penguatan ekosistem kendaraan listrik, serta peningkatan perdagangan barang dan jasa ramah lingkungan.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao selaku Chair Pertemuan ke-32 APEC MRT menekankan pentingnya keterbukaan dan kolaborasi regional dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

“Kami sangat mementingkan prinsip keterbukaan, inovasi, dan kerja sama, serta menyerukan penguatan kolaborasi regional untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global,” ujar Wang Wentao.

Pertemuan APEC MRT 2026 menghasilkan Joint Statement atau Suzhou Statement yang menegaskan komitmen anggota terhadap implementasi Putrajaya Vision 2040 dan penguatan sistem perdagangan global yang terbuka serta berbasis aturan.

Selain itu, para menteri juga menyepakati penguatan kerja sama perdagangan elektronik lintas batas, perluasan partisipasi UMKM dalam ekonomi digital, serta upaya mengurangi kesenjangan digital di kawasan Asia-Pasifik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri