Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Khamenei Pusing, Iran Dihadapkan Protes Mahasiswa Hingga Ancaman Serangan Amerika Serikat (AS)

Khamenei Pusing, Iran Dihadapkan Protes Mahasiswa Hingga Ancaman Serangan Amerika Serikat (AS) Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mahasiswa Iran kembali menentang otoritas dengan menggelar aksi protes untuk hari ketiga berturut-turut menyusul krisis ekonomi hingga ancaman serangan dari Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, mahasiswa melakukan beragam aksi selama tiga hari berturut-turut dalam upaya menetang rezim dari Ali Khamenei.

Baca Juga: Perundingan Iran-Amerika Serikat (AS) Berlanjut, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (24/2)

Di Tehran University, mahasiswa meneriakkan slogan-slogan anti-pemerinta. Di Universitas Al-Zahra, mahasiswa membakar bendera. Sementara di Universitas Amir Kabir, terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan dari Iran.

Gelombang protes terbaru ini menambah tekanan terhadap Khamenei. Iran saat ini dibebani oleh perekonomian yang tertekan sanksi internasional serta ketidakpuasan publik yang meledak menjadi demonstrasi besar pada Januari 2026.

Di sisi lain, eskalasi ketegangan regional terus berlanjut. Amerika Serikat mulai menarik personel non-esensial dan anggota keluarga diplomat dari kedutaan besarnya di Beirut, Lebanon.

Penarikan personel tersebut tidak terlepas dari potensi konflik dari Iran-AS. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan bahwa hal-hal yang sangat buruk akan terjadi jika perundingan antara kedua negara gagal menghasilkan kesepakatan seputar nuklir.

Baca Juga: Damai atau Lanjut Perang Dagang, Begini Reaksi China Soal Dinamika Tarif Amerika Serikat (AS)

Washington menuntut rivalnya itu untuk menghentikan sebagian besar program nuklirnya yang diyakini bertujuan mengembangkan senjata nuklir, membatasi jangkauan rudal balistiknya, serta menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok di Timur Tengah.

Teheran juga ditekan oleh kehadiran militernya dari Amerika Serikat. Namun Trump belum menguraikan secara rinci opsi militer terhadap Iran. Ia dilaporkan belum mendapatkan dukungan penuh untuk melancarkan serangan terhadap Teheran.

Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Diwanti-wanti, Waspada Perang Dingin Baru Gegara Ulah Trump

Adapun Iran mengisyaratkan kesediaan untuk memberikan konsesi terbatas atas program nuklirnya. Namun Teheran menuntut pencabutan sanksi ekonomi serta pengakuan atas hak melakukan pengayaan uranium untuk tujuan damai dari Washington.

Iran tengah mempertimbangkan skema kompromi yang mencakup pengiriman sekitar setengah dari uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi ke luar negeri, pengenceran sisa persediaan serta partisipasi dalam pembentukan konsorsium pengayaan uranium regional.

Baca Juga: Donald Trump Peringatkan Dunia: Jangan Macam-macam Dengan Amerika Serikat (AS)

Sebagai imbalannya, mereka menuntut pengakuan resmi atas hak pengayaan uranium damai serta pencabutan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: