Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sempat Sentuh 8.400, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,37% ke Level 8.280

Sempat Sentuh 8.400, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,37% ke Level 8.280 Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup loyo pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. Merujuk data RTI, IHSG anjlok 115,24 poin atau -1,37% ke 8.280,83 usai bergerak dari rentang level 8.259,47 ke 8.437,08.

Pergerakan saham pada akhir perdagangan hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 567 saham merosot, 153 saham menanjak dan 99 saham lainnya mendatar. 

Sepuluh sektor berada di zona merah, sektor energi menjadi yang paling ambles -3,5%, barang konsumen non primer 3,12%, infrastruktur -2,29%, properti 2,19%, industrial -1,89%, teknologi -1,77%, barang konsumen primer -1,41%.

Kemudian, sektor kesehatan turun -1,24%, bahan baku -1,23%, transportasi -1%. Sementara hanya sektor keuangan yang berada di zona hijau dengan kenaikan 1,02%.

Baca Juga: BEI Ungkap Alasan Hentikan Aktivitas Perdagangan Wanteg Sekuritas Hari Ini

Hingga sesi penutupan, IHSG tercatat membukukan nilai transaksi Rp29,44 triliun. Hal itu diperoleh dari adanya perdagangan 60,7 miliar lembar saham dengan frekuensi 3.409.030 kali. 

PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) menjadi saham top losers dengan penurunan -15% ke Rp1.105. Disusul PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang ambruk -14,94% ke Rp740 dan PT Indospring Tbk (INDS) yang terkoreksi -14,9% ke Rp1.770.

Sementara itu, PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) memimpin posisi saham top gainers dengan lonjakan 28,05% ke Rp105. Diikuti PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) yang meroket 25% ke Rp530 dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang melesat 24,7% ke Rp5.150.

Baca Juga: Kurangi Modal, Merdeka Gold (EMAS) Hapus 1,44 Miliar Saham Hasil Buyback

Saham yang menjadi buruan investor hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp2,46 triliun, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebesar Rp1,28 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp1,15 triliun. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: