Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Timah (TINS) Meledak 1.184%, Tembus Rp1,5 Triliun di Kuartal I 2026

Laba Timah (TINS) Meledak 1.184%, Tembus Rp1,5 Triliun di Kuartal I 2026 Kredit Foto: PT Timah
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) membukukan pendapatan sebesar Rp5,47 triliun meningkat 160,50% di kuartal I 2026 dari Rp2,10 triliun di kuartal I 2025 seiring dengan kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah. Laba bersih Perseroan sebesar Rp1,5 triliun atau melejit 1.184% dari Rp116,8 miliar di periode sama tahun lalu. 

“Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian kinerja operasional yang cukup signifikan serta konsistensi strategi optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Sehingga Perseroan berhasil melampaui target laba yang telah ditetapkan,“ kata Restu Widiyantoro Direktur Utama PT TIMAH (Persero) Tbk. 

Hingga kuartal I 2026, Perseroan mencatat produksi bijih timah sebesar 6.312 ton Sn atau naik 96% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.225 ton Sn. Adapun produksi logam timah naik 82% menjadi 5.630 metrik ton Sn dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 3.095 metrik ton Sn. 

Penjualan logam timah naik 113% menjadi 6.009 metrik ton dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2.824 ton. Harga jual rata-rata logam timah sebesar USD49.221 per metrik ton, naik 51% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD32.495 per metrik ton. 

Pada kuartal I 2026, Perseroan mencatat penjualan logam timah yang didominasi oleh pasar ekspor sebesar 97%, sementara penjualan domestik sebesar 3%. Adapun enam negara tujuan ekspor utama meliputi China 48%; India 11%; Korea Selatan 10%; Italia 6%; Singapura 5%; dan Belanda 4%.  

Baca Juga: Timah (TINS) Tunjuk Harry Budi Sidharta sebagai Plt Direktur Pengembangan Usaha

Baca Juga: TINS Kantongi Pendapatan Rp11,55 Triliun pada 2025, Ditopang Kenaikan Harga Timah

Nilai aset Perseroan pada kuartal I 2026 naik 11,62% menjadi Rp15,23 triliun dari Rp13,64 triliun pada akhir tahun 2025.

Sedangkan posisi liabilitas Perseroan sebesar Rp5,27 triliun, naik 1% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp5,23 triliun. Posisi ekuitas sebesar Rp9,96 triliun mengalami kenaikan 18,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp8,41 triliun, seiring dengan dibukukannya laba di kuartal I 2026.

Tren harga timah yang cenderung menguat di tengah ketatnya pasokan global memberikan dukungan positif terhadap kinerja keuangan, sehingga memperkuat prospek pertumbuhan Perseroan ke depan. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri