Kredit Foto: Cita Auliana
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyambut positif keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewayang memperpanjang masa penempatan dana pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) selama enam bulan ke depan hingga September 2026.
Dalam kebijakan tersebut, BSI memperoleh alokasi penempatan dana sebesar Rp10 triliun dari total Rp200 triliun dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan pihaknya menyambut baik kebijakan tersebut karena terbukti mampu meningkatkan penetrasi perbankan sekaligus menjaga likuiditas industri.
Baca Juga: BSI Buka Suara Soal Pembobolan Rekening Nasabah Senilai Rp1,4 miliar
“Alhamdulillah, kita ikut kebijakan pemerintah. Dana SAL itu sudah terbukti meningkatkan penetrasi perbankan ke market dan menjaga likuiditas, termasuk pada akhir pre-order tahun 2025,” kata Kemas di BSI Tower, Jakarta, Senin (24/2/2026).
Kemas menilai sinyal perpanjangan penempatan dana dari pemerintah menjadi indikator bahwa kondisi likuiditas perbankan nasional masih berada pada level yang sehat.
“Likuiditas, artinya dengan sudah diberikan sinyal oleh Pak Menteri tadi, saya yakin situasi likuiditas masih terjaga seperti yang sekarang ini,” ujarnya.
Sepanjang 2025, BSI mencatat penyaluran pembiayaan mencapai Rp318,84 triliun atau tumbuh 14,49 persen secara tahunan (year on year/yoy). Menurut Kemas, capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjawab dorongan pemerintah untuk memperluas penetrasi pembiayaan ke masyarakat.
Ia menegaskan BSI tetap optimistis mempertahankan pertumbuhan dua digit pada 2026 seiring kondisi likuiditas yang dinilai masih solid.
“Tahun ini BSI, insya Allah, masih optimistis untuk terus melakukan penetrasi ke market,” tuturnya.
Baca Juga: Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Himbara Hingga September 2026
Kemas juga mengungkapkan dana penempatan pemerintah sebelumnya terserap lebih dari 100 persen dalam waktu singkat karena langsung disalurkan kembali ke berbagai sektor pembiayaan, mulai dari segmen produktif, UMKM, hingga konsumer rumah tangga.
“Jadi pada prinsipnya kami siap. Kalau memang ada amanah dana tambahan dari pemerintah, BSI siap,” ucapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: