Kemnaker Sesuaikan Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026 Sesuai Upah Minimum
Kredit Foto: Kemenaker
Selain dukungan finansial, program Magang Nasional 2026 menekankan penguatan kompetensi peserta melalui pelatihan yang matang di fasilitas industri. Peserta dapat mengikuti program Vocation, Internship, dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perusahaan mitra, yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Penyelarasan uang saku dengan Upah Minimum juga diyakini meningkatkan daya tarik perusahaan untuk berpartisipasi. Hal ini membantu perusahaan menyediakan pengalaman kerja nyata sekaligus memperhatikan kesejahteraan peserta.
Afriansyah Noor menekankan bahwa pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem pelatihan yang mendukung pembelajaran optimal. Uang saku yang memadai memungkinkan peserta fokus mengikuti kegiatan tanpa khawatir masalah biaya hidup.
Selain itu, program Magang Nasional 2026 menjadi model bagi perusahaan lain dalam menyelaraskan pelatihan SDM dengan kebutuhan industri. Program ini sekaligus menunjukkan bagaimana pemerintah dan swasta dapat bekerja sama untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Wamenaker berharap peserta yang mengikuti program ini dapat langsung menerapkan ilmu dan keterampilan saat memasuki dunia kerja. Pendekatan ini diharapkan mempercepat kesiapan kerja generasi muda di Indonesia.
Program Magang Nasional juga menekankan praktik kerja yang berstandar industri, sehingga lulusan magang memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja. Hal ini menjadi nilai tambah bagi peserta dan industri.
Afriansyah Noor menegaskan bahwa penyesuaian uang saku bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kesejahteraan peserta dan kualitas SDM nasional. Pendekatan ini memastikan program magang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: