- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IPOT Luncurkan LADI, Standar Baru Trading Real-Time untuk Investor Ritel
Kredit Foto: Indo Premier Sekuritas
IPOT menilai penggunaan indikator non-real-time memunculkan risiko nyata. Keterlambatan sinyal berpotensi membuat investor masuk ketika fase akumulasi hampir berakhir atau keluar setelah distribusi terjadi.
Selain itu, indikator historis dapat menimbulkan false sense of timing sinyal terlihat valid, tetapi tidak merepresentasikan tekanan yang sedang berlangsung. Dalam kondisi volatil, pendekatan reaktif berbasis harga dinilai meningkatkan risiko kesalahan eksekusi, terlebih jika analisis membutuhkan perpindahan halaman yang memperlambat keputusan.
Dari sisi industri, peluncuran LADI menyoroti tantangan adopsi real-time intelligence. Pengembangan indikator live menuntut infrastruktur data streaming berkecepatan tinggi, sistem low-latency, algorithmic coding presisi, serta tim kuantitatif internal untuk pengujian berkelanjutan. Kompleksitas dan kebutuhan investasi ini membuat sebagian pelaku tetap bertahan pada model data viewer.
Akumulasi/Distribusi sendiri merupakan alat yang lazim digunakan di level institusional untuk membaca tekanan pasar sebelum sepenuhnya tercermin pada harga. Dengan membuka akses tersebut ke ritel, IPOT memosisikan teknologi institusional sebagai standar baru bagi investor individu. Implikasinya, kompetisi industri beralih dari sekadar kemudahan antarmuka menuju kualitas mesin analitik.
Dalam lanskap persaingan yang kian ketat, investor dihadapkan pada dua pendekatan indikator berbasis historis atau indikator berbasis real-time dengan visibilitas langsung atas tekanan pasar. IPOT memandang arah industri akan condong pada live intelligence, di mana kecepatan dan presisi menjadi fondasi pengambilan keputusan.
“Investor berhak mendapatkan teknologi yang selaras dengan dinamika pasar. Jika pasar bergerak real-time, indikator seharusnya juga real-time,” kata Moleonoto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: